Angkat Budaya Khas Daerah, Akan Digelar Festival Sego Muduk dan Carnival Batik Sendang

KiLASMETRO, LAMONGAN-Lamongan kaya akan budaya lokal yang tak kalah dengan budaya lain. Salah satu budaya yang cukup terkenal adalah batik dan kuliner. Untuk melestarikan budayanya, Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran punya cara unik dengan mengelar festival Sego Muduk dan Carnival Batik Sendangagung.

M Muchlis, Ketua Panitia Festival Sego Muduk dan Carnival Batik Sendangagung, mengungkapkan bahwa dalam hal kuliner, Desa Sendangagung mempunyai kuliner dengan ciri khas tersendiri.

“Kita mencoba mengangkat salah satu menu makanan andalan kita, yaitu Sego Muduk, nasi yang berwarna kuning dengan bahan bumbu dan rempah-rempah sebagai ciri khasnya. Sego muduk ini warisan turun temurun dan hanya ditemukan di Desa Sendangagung, “ katanya.

Saat in, lanjut Muchlis, sego muduk sudah mulai dikenal luas, sehingga dirasa sangat perlu lebih populerkan lagi ke dunia luar.

“Karena cita rasanya yang sangat khas dan berbeda, sego Muduk menjadi juara dalam acara Festival Makanan Khas Daerah, maka perlu adanya pengenalan dari Desa kita secara langsung untuk masyarakat luas dengan diadakannya Festival Sego Muduk Sendangagung “ kata aktivis pemuda ini.

Selain sego Muduk, Desa Sendangagung juga punya Batik Sendangagung dengan ciri khasnya yang tidak bisa ditemukan di daerah-daerah yang lain. Semakin berkembangnya zaman, Batik Sendangagung malah semakin berkembang dan banyak dijadikan  sebagai andalan bahan fasyen yang mempesona.

 “Dan untuk itu, kami merasa sangat perlu untuk dikembangkan dalam kancah dunia luar. Kita sebagai generasi penerus mencoba untuk mengangkat Batik ini dalam pagelaran Carnival Batik Sendangagung, sebagai ajang apresiasi sekaligus melestarikan Batik, “ lanjutnya.

Kegiatan yang akan digelar pada 30 Agustus ini bakal menghadirkan lebih dari 60 nampan Sego Muduk dan berbagai fasyen batik. Masyarakat umum bisa menikmati sego Muduk gratis.  

Adapun maksud diadakannya kegiatan ini adalah sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas apa yang dimiliki Desa Sendangagung, terutama budaya-budaya yang sangat perlu untuk kita angkat dan kita lestarikan, serta kita kenalkan untuk masyarakat luas.

“Kami juga berencana mengundang para pejabat, dan menghadiri berbagai hiburan tradisional, “ pungkas pemuda tambun ini. (HUDA)

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan