Sepuluh Budak Narkoba Berhasil Dibekuk Satresnarkoba Polres Lamongan

KiLASMETRO.COM, LAMONGAN – Satresnarkoba Polres Lamongan berhasil mengamankan 10 (sepuluh) tersangka karena melakukan dugaan tindak pidana peredaran barang narkotika jenis sabu.

Mereka diantaranya, NIS (37) Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan/Kabupaten Lamongan, tersangka yang pertama kali diamankan pada tanggal 22 Agustus lalu. Kemudian dikembangkan, sehingga berhasil mengamankan sembilan tersangka lainnya.

Terdapat 4 (empat) tersangka yang berasal dari kota lain yakni HSA alias Hengky (46) Kelurahan Menteng, Kota Bogor, GNS alias Aris (37) dan NRT (36) Kota Surabaya, dan AW (34), Kelurahan Bangilkidul, Kabupaten Pasuruan.

Sedangkan sisanya dari Lamongan, diantaranya ABD alias Ambon (25) dan DN alias (16) Desa Guminingrejo, Tikung, Lamongan, IP alias Nawi (33), Desa Deketagung, Sugio, Lamongan, AH (37) Desa Tunggungjagir, Mantup, Lamongan, AAH (26) Kelurahan Babat Lamongan.

Lihat juga videonya :

“Berawal dari aduan masyarakat, kemudian oleh petugas ditindaklanti dengan penyedidikan. Alhasil pada tanggal 22 Agustus 2019, petugas berhasil mengamankan tersangka NIS beserta barang bukti sabu seberat 17,”ungkap Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung,S.IK,M.H kepada sejumlah awak media, Senin (09/09/2019) siang.

Feby mengatakan, dari penangkapan tersebut, dikembangkan sampai dengan tanggal 06 September kemarin. Dan akhirnya berhasil mengamankan sembilan tersangka lainnya, salah satunya masih dibawah umur.

Secara keseluruhan, Feby menjelaskan, barang bukti (BB) yang berhasil diamankan dari sepuluh tersangka sebanyak 44, 01 gram sabu-sabu.

“Selain itu, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti lainya, berupa 5 alat hisap sabu, 1 unit timbangan, 1 mobil, 3 sepeda motor dan 14 hanphone yang diduga sebagai alat komunikasi dengan calon pembeli,”imbuhnya.

Dia juga menyampaikan, bahwa tempat kejadian perkara (TKP) terbanyak tidak jauh dari Polres Lamongan yakni Desa Made, Kecamatan/Kabupaten Lamongan.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, masing-masing tersangka dijerat Undang-undang Narkotika pasal 112 dan pasal 114 Undang-Undang No.35 tahun 2009 dengan ancaman paling lama 20 tahun kurungan penjara serta denda maksimal Rp.10 Milyar,”tegasnya. (huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan