Kadispora Lamongan Kembali Penuhi Panggilan Kejari

KiLASMETRO.COM, LAMONGAN – Mantan Sekretaris KPU (Komisi Pemilihan Umum) Lamongan Moh.Muhadjir,SH,M.Si kembali memenuhi panggilan dari pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) terkait pemeriksaan dugaan penyelewengan dana hibah Pilkada tahun 2015, Selasa (10/09/2019).

Kejari Lamongan memeriksa Moh.Muhadjir,SH,M.Si yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) tidak sendiri, melainkan bersamaan dengan dua pejabat aktif KPU diantaranya Kassubag Hukum dan Bendahara APBN.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Lamongan Yugo Susandi,SH menyampaikan, pihaknya kembali memanggil mantan Sekretaris KPU dengan tujuan untuk melengkapi berkas, sebelum nantinya dilakukan gelar perkara penentuan tersangka.

“Moh.Muhadjir kami periksa selaku kuasa pengunaan anggaran hibah Pilkada yang dilakukan KPU pada periode waktu itu,”ungkap Yugo Susandi,SH kepada sejumlah awak media.

Selain Muhajir, Yugo mengatakan, ada dua pejabat lain yang juga ikut diperiksa, yakni Kasubbag Hukum Nikmah dan Bendahara APBN Irwan Prasetyo.

“Ketiganya kami periksa terkait kasus tersebut. Namun yang paling lama diperiksa Moh.Muhadjir, sekira 4 jam, mulai pukul 09.00-13.00,”tegasnya.

Komisioner KPU periode 2014-2019, Yugo menambahkan, minggu depan juga akan dipanggil untuk memberikan keterangan terkait pengunaan anggaran, karena mereka juga termasuk salah satu pemutus kebijakan dalam pelaksanaan Pilkada 2020, khususnya dalam penggunaan anggaran.

“Dalam menentukan tersangka kami memerlukan barang bukti, yakni keterangan para saksi dan berkas-berkas, seperti surat, kuitansi dan rekening. Dan kami, sudah mempunyai salah satu dari bukti tersebut, tinggal melengkapi keterangan saksi,”pungkas pria berdarah Sunda.

Baca juga :

Seusai menjalani pemeriksaan, Moh.Muhadjir,SH,M.Si mengaku dicerca dengan pertanyaan oleh tim jaksa yang melakukan penyelidikan. Ia sendiri mengaku masih menjadi saksi dalam kasus tersebut.

“Kurang lebih ada sekitar 14 atau 15 pertanyaan yang harus saya jawab. Ya pertanyaannya terkait tupoksi saya pada waktu itu dan terkait mekanisme pencairan anggaran. Sampai dengan saat ini masih menjadi saksi,” ujarnya. (huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan