Wakili Desa Se-Kabupaten Dalam Penilaian KRPL Jatim, Ini Harapan Mereka

KiLASMETRO.COM, LAMONGAN
Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Sumber Mulyo milik warga Desa Kediren, Kecamatan Kalitengah, Lamongan bukan hanya sekedar pemanfaatan dan rancangan perkarangan menjadi kebun bibit desa guna peningkatan pendapatan dan kesejahteraan ibu-ibu PKK saja.

Tapi adanya pemanfaatan lahan kosong untuk di tanami segalah macam sayur itu, mereka bisa mewakili Desa se-Kabupaten Lamongan dalam penilaian program KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) tingkat provinsi Jawa Timur.

“Sekira ratusan jenis sayur holtikultura berhasil ditanam dan dikembangkan oleh ibu-ibu PKK melalui program KRPL Sumber Mulyo Desa Kediren, Kecamatan Kalitengah dan berhasil dikembangkan oleh mereka”, kata Camat Kalitengah Sudjirman Sholeh, Selasa (10/09/2019).

Sudjirman menjelaskan, Desa Kediren mengembangkan tanaman holtikultura sejak tahun 2018. Dimana semula para kader KRPL mengikuti sosialisasi yang di gelar oleh Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Lamongan.

Kemudian ditahun 2018, KRPL Sumber Mulyo Desa Kediren, diikutkan event tingkat Jawa Timur. “Dan alhamdulilah hasilnya sangat luar biasa, KRPL kami mendapatkan juara 2. Oleh karena itu ditahun ini, salah program KRPL di Desa Kediren kembali mewakili desa se-Kabupaten Lanongan”, ujar mantan Camat Kembangbahu.

Lebih lanjut, Sudjirman menambahkan, adanya program ini diharapakan bisa menjadi wisata edukasi. Kesuksesan ini tak bisa lepas dari program-progran yang dicanangkan oleh Pemkab Lamongan.

“Kami sangat berharap Desa Kediren dengan program KRPL Sumber Mulyo bisa menjadi contoh bagi desa lainnya. Begitu juga Desa Pucangro masuk dalam kategori Desa Bersinergi dan Desa Pengangsalan kategori sebagai Desa Sehat”, harapnya.

Dalam waktu yang sama, Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan Wati Aprilianto menyampaikan, semangat warga Desa Kediren dengan program KRPL Sumber Mulyo yang berbasis petani ini layak mendapatkan penghargaan.

“Dengan adanya program ini, kami berharap Desa Kediren bisa menjadi barometer desa se-Kabupaten Lamongan atau bahkan se-Provinsi Jawa Timur karena prestasinya”, jelasnya.

Sementara, Kabid Pelayanan Kesehatan Provinsi Jawa Timur sekaligus Ketua Tim Penilai KRPL Jawa Timur Astri mengatakan, Desa ini sangat diharapkan menjadi perhatian dan viral secara nasional.

“Prestasi mereka luar biasa, karena menjadikan seperti saat ini membutuhkan waktu dan kerja keras. Apalagi saat ini mampu mewakili desa se-Kabupaten Lamongan”, tutur Ketua Tim Penilai KRPL Jawa Timur Astri.

Meski demikian, Astri menjelaskan, penilaiannya tidak cukup itu saja. Tapi ada aspek lainnya. Diantaranya warga desa harus bisa memanfaatkan program KRPL ini tanpa harus membeli sayuran ke Pasar.

“Semoga Desa Kediren dengan programnya ini bisa meraih juara satu dalam event tingkat Jawa Timur”, tandasnya. (tris/huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan