Dua ribu Lebih TNI Polri Rapatkan Barisan Jelang Pilkades Serentak

KiLASMETRO.COM, LAMONGAN – Ratusan personil gabungan TNI-Polri yang terdiri dari Babinsa (Bintara Pembina Desa) dan Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) memperoleh pembekalan atau sosialisasi kesiapan Pilkades Serentak Kabupaten yang dilaksanakan 15 September mendatang,

“Babinsa dan Bhabinkamtibmas kami berikan pembekalan kesiapan Pilkades serentak di 385 desa se-Kabupaten Lamongan. Karena mereka adalah unjung tombak yang mengetahui seluk beluk desa yang menjadi binaanya”, kata Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung, S.I.K, M.H kepada awak media di Pendopo Lokatantra Lamongan.

Feby menjelaskan, pembekalan tersebut bertujuan untuk menjaga kondisi aman dan lancar saat pesta demokrasi tingkat desa tersebut. Sedangkan pembekalan berupa pemahaman dan ilmu pengetahuan serta pencerahan tentang paham radikalisme dengan menghadirkan Ketua Yayasan Lingkar Perdamaian Ustadz Ali Fauzi Manzi.

Lihat juga videonya :

“Karena tidak menutup kemungkinan paham akan menyusup pada saat Pilkades nanti. Sehingga dengan pencerahan itu diharapkan para personil bisa mendeteksi secara dini”, ujar Feby.

Dia menyampaikan, anggota Polri yang terlibat dalam rangka mensukseskan Pilkades serentak tersebut sebanyak 1300 personil, terdiri dari 670 personil dari BKO Polda Jatim dan Polres Jajaran serta 630 dari anggota Polres Lamongan.

“Sedangkan dari TNI kurang lebih 700 personil, sehingga total secara keseluruhan yang akan mengamankan pesta demokrasi tingkat desa ini dua ribu lebih”, paparnya.

Penempatan jumlah personil baik TNI-Polri setiap desa, menurutnya, tergantung dari tingkat kerawanan adanya konflik. Sampai dengan saat ini jumlah desa yang memiliki kategori sangat rawan konflik itu ada 17.

Sementara, Komandan Kodim 0812 Lamongan Letkol Inf Sidik Wiyono menghimbau kepada seluruh personel gabungan yang akan bertugas untuk siaga. Pilkades serentak yang diikuti sebanyak 385 desa berpotensi akan mempengaruhi situasi yang selama ini aman.

“Lamongan sebentar lagi akan menghadapi event besar, yakni Pilkdaes serentak. Sebanyak 385 desa akan melaksanakan pemilihan kepala desanya. Situasi ini akan sedikit panas dari biasanya oleh karena itu kita harus tetap siaga”, himbaunya.

Selain itu terkait isu SARA yang akhir-akhir ini santer untuk memecah persatuan dan kesatuan Indonesia, Letkol Inf Sidik Wiyono mengajak semua pihak untuk tidak langsung percaya dengan mencari informasi yang benar.

“Terkait isu SARA yang terjadi akhir-akhir ini bisa membuat kita belajar, agar tidak langsung terpancing dengan berita-berita yang tidak benar. Apalagi dalam proses pemilihan calon desa tahun ini”, imbuhnya.

Disatu sisi, Bupati Lamongan Fadeli yang hadir bersama Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung menyampaikan apresiasi atas kesigapan TNI dan Polri dalam pengamanan dan menertibkan pelaksanaan Pilkades Serentak tahun 2019.

“Tinggal beberapa hari lagi pilkades dilaksanakan. Saya berterima kasih dan sangat mengapresiasi kesigapan TNI dan Polri yang turut mengamankan dan menertibkan pelaksanaan pilkades serentak tahun ini”, ungkap Fadeli.

Fadeli berkeyakinan, dengan usaha semua pihak, Lamongan akan selalu menjadi kabupaten yang aman dari konflik sosial.

“Penghargaan nasional yang diperoleh Lamongan dalam penanganan konflik sosial kemarin merupakan bukti nyata kerja keras kita semua untuk menjaga Lamongan tetap aman dan kondusif”, ujarnya.(huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan