Kepala Dispora Lamongan Jadi Terperiksa Dugaan Penyelewengan Dana Hibah ?

KiLASMETRO.COM, LAMONGAN – Proses pengungkapan dugaan penyelewengan dana hibah Komisi Pemilihan Umum (KPU) tahun 2015 senilai 1,1 miliar, Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan telah memeriksa empat orang yang dianggap sebagai saksi kunci.

Keempat orang tersebut adalah Imam Ghozali (eks Ketua Komisioner KPU Lamongan), Muhajir (eks sekretaris KPU Lamongan), Irwan Prasetyo (eks Bendahara Hibah/APBD) dan Iwan (eks Bendahara APBN).

Kasi Pidsus Kejari Lamongan, Yugo Susandi mengatakan, pemanggilan terhadap mantan komisioner dan sekretaris serta staf KPU tersebut merupakan pemeriksaan saksi kunci dugaan penyelewengan dana hibah KPU Lamongan tahun 2015.

Menurutnya, Untuk penetapan tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan dana hibah KPU Lamongan tahun 2015 dengan kerugian 1,1 miliar, harus melalui ekspose perkara terlebih dahulu kemudian peningkatan status dari penyidikan umum menjadi penyidikan khusus.

“Terkait kasus ini, kami masih ada waktu sampai akhir bulan ini dari penyelidikan khusus, sebenarnya makin cepat makin baik”, kata Yugo kepada awak media, Selasa (17/9/2019).

Dalam pemeriksaan saksi kunci tersebut, diketahui adanya pengembalian dana kerugian negara melalu kas negara dari saksi kunci dengan cara potong gaji setiap bulannya senilai 3,5 juta perbulan sejak 3 tahun lalu hingga saat ini.

“Adanya pengembalian kerugian negara melalui pemotongan gaji tersebut secara garis besar ada indikasi pengakuan terkait perkara itu, dan bukti penyetorannya akan diminta sebagai barang bukti”, ungkapnya.

Sementara, eks Ketua Komisioner KPU Lamongan, Imam Ghozali mengaku dalam kasus ini pihaknya diperiksa dan dicerca oleh tim jaksa dengan sejumlah pertanyaan.

“Saya ditanya masih sebatas saksi. Pertanyaannya seputar tupoksi saya pada waktu itu”, tandasnya sambil berlari dan menaiki sepeda motor. (huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan