Ini pesan Dandim, Kepada Pemuda Muhammadiyah Lamongan

KiLASMETRO.COM, LAMONGAN
Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf Sidik Wiyono, SH., M.Tr. Han memberikan Wawasan Kebangsaan (wasbang) kepada Badan Pelaksana Operasi Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (BPO KOKAM) PD Pemuda Muhammadiyah Lamongan di ruang kelas Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 08 Sidokelar Dusun Klayar, Desa Sidokelar, Kecamatan Paciran.

Materi wasbang yang diberikan oleh Dandim 0812 Lamongan berupa metode penangkalan massa dan teknik penangkalan issue dalam rangka Pendidikan dan Pelatihan Khusus (Diklatsus).

Dandim 0812/Lamongan Letkol Inf Sidik Wiyono, S.H., M.Tr.Han menyampaikan, bahwa sebelum merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 yang diproklamasikan oleh Presiden Soekarno, ada kerajaan yang wilayahnya sangat luas sampai diwilayah Nagara Malaysia.

“Namun runtuh akibat pemberontakan yang dilakukan oleh kerajaan kecil-kecil yang berada di bawah pemerintahan kerjaaan Sriwijaya. Sebelum kerajaan tersebut digantikan oleh Majapahit, kerajaan tersebut runtuh juga. Dan semua itu di karenakan konflik internal pemerintahan”, ujar Letkol Inf Sidik Wiyono.

Dandim Lamongan menjelaskan, setelah kedua kerajaan besar itu runtuh wilayah kerajaan tersebut terpecah menjadi kerajaan kecil. Waktu itu datanglah orang Belanda untuk mencari rempah-rempah dengan memonopoli harga dan menjadi kegiatan penjajahan selama 360 tahun, maka muncul tokoh yang bernama Budi Utomo untuk membentuk suatu organisasi pemuda. Sampai lahirnya Sumpah Pemuda.

“Dari semua gerakan perubahan baik politik dan lainnya di mulai dari Pemuda mulai dari Mahasiswa dan perkumpulan para Pemuda pada zaman kemerdekaan. Negara Indonesia merupakan Negara yang kaya dan strategis. Maka dari itu negara Indonesia menjadi incaran bagi negara lain”, imbuhnya.

Menurutnya, Indonesia merupakan jalur perlintasan jalur laut yang strategis, mempunyai Sumber Daya Alam (SDA) dan yang sangat penting terutama Sumber Daya Manusia (SDM). Negara Indonesia tidak akan diserang secara langsung melalui agresi militer langsung melainkan di serang melalui Proxywar atau adu domba, ada istilah bahwa kalau ingin damai maka bersiaplah untuk berperang, maka dari itu Indonesia harus memiliki TNI yang kuat.

“Dengan modal kekayaan Indonesia, orang luar negeri bakal mengincar dengan tidak perang langsung melainkan dengan Proxywar dengan cara mengadu domba dan berbagai macam cara lainnya”, ucap Letkol Inf Sidik.

Lebih jauh dia menceritakan, bahwa saat ini hidup di zaman kebebasan, tetapi kebebasan harus di rem atau ada filter, disaring, banyak isu yang terjadi sekarang diantaranya Separatisme, Komunisme, Radikalisme, Terorisme dan isu lainnya, secara tidak sadar pikiran kita sudah dipengaruhi oleh Proxywar.

Berita hoax saat ini merupakan senjata paling ampuh untuk memecahkan belah masyarakat Indonesia yang digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan mempunyai kepentingan tertentu, kita selalu dipenuhi dan disodori berita-berita hoax sehingga menyebabkan pikiran kita menjadi tidak empati lagi.

Kemajuan Teknologi bagaikan dua mata pisau yang dapat membahayakan bagi penggunanya, apabila tidak maka akan mencelakai penggunanya. Rendahnya minat membaca bagi generasi penerus bangsa berpengaruh terhadap masyarakat sangat luas dan menjadikan kurang bersosialisasi karena banyak memainkan gadget.

“Dampak berita hoax sangat negatif bagi kita semua maka dari itu kita harus membentengi diri kita masing-masing agar tidak termakan hoax. Cara untuk mencegah hoax adalah hati-hati apabila ada judul yang Provokatif maka perlu dicermati alamat situs atau asal berita, periksa fakta, Cek keaslian foto dan ikut ke dalam group diskusi anti/memerangi hoax”, tambahnya.

Lebih lanjut, Dandim 0812 Lamongan mengatakan, untuk menjaga Indonesia kembali menjadi Negara yang damai dan ramah maka mari kembali ilhami budi pekerti leluhur dan menghormati segala perbedaan karena NKRI terdiri dari berbagai Suku, Agama dan Ras.

“Kita adalah bangsa yang besar kita lahir karena berbedaan, kita menjadi bangsa atas dasar kesadaran dengan adanya perbedaan maka mari kita bertoleransi, bermusyawarah untuk mufakat demi kemajuan dan keutuhan NKRI”, tegasnya (pendim0812/huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan