Genderang Perang Ditabuh Polres Lamongan, Dengan Dibuktikan Keberhasilan Bekuk 13 Budak Narkoba

KiLASMETRO.COM, LAMONGAN – Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Lamongan berhasil mengamankan 13 (tiga belas) pelaku yang diduga telah melakukan tindak pidana karena dengan sengaja menyimpan, menyediakan dan mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu dan ganja serta obat terlarang jenis double L.

“Selama 3 (tiga) minggu, sejak tanggal 23 September lalu Satresnarkoba Polres Lamongan berusaha mengungkap kasus ini. Alhasil dari usaha tersebut, petugas berhasil mengamankan 13 tersangka bersama barang bukti (BB) dari sembilan perkara”, ungkap Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung, S.IK, M.H kepada awak media di Mapolres Lamongan, Selasa (08/10/2019) siang.

Feby menjelaskan, dua orang tersangka dari kasus obat terlarang yakni double L Ahmad Yanto (50), warga Desa Kranji, Paciran, Lamongan, Heri Darwanto (41), warga Desa Dander, Dander, Bojonegoro dikenakan UU No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 197 dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Lihat juga videonya :

“Untuk kasus narkotika jenis ganja terdiri dari dua orang tersangka yakni Sigit Cahyono (29) warga Kelurahan Pekunoen, Panggung rejo, Kota Pasuruan, Duwi Siswanto (29), warga Dusun Plalangan Desa Plosowahyu, Lamongan akan kami jerat dengan UU No.35 tahun 2009 tentang Narkotika pasal 111 dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara”, ujar AKBP Feby.

Sedangkan sisanya, lanjut disampaikan AKBP Feby, kasus narkotika jenis sabu-sabu Asafik (29), Kohar Hendro Wahyudi (32), Sya’dullah (33), Tawar (49), Ismanto (41), Sangsang Faisol Kadhafi (28), Setiaji (43), Agus Suhardi (27) dan M.Syarif Hidayatulloh (29) dikenakan UU No.35 tahun 2009 pasal 112 dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara.

“Pengungkapan kali ini, bisa terbilang lengkap ada double L, ganja dan sabu-sabu. Dari tangan tersangka kami berhasil mengamankan 651 butir pil double L, 21,23 gram sabu-sabu, 584 gram ganja, 13 unit handphone, 5 unit sepeda motor, 2 unit timbangan elektrik, 1 unit Mobil Honda Brio dan uang tunai sebesar Rp. 16 juta,” jelas Kapolres Lamongan.

Dari hasil pengungkapan tersebut akan tetap dikembangkan oleh Satrenarkoba Polres Lamongan.” Karena baru kali ini Polres Lamongan berhasil mengamankan ganja dalam jumlah yang cukup banyak yakni 584 gram”, akunya.

Menurutnya, para tersangka dalam pengakuannya pemain baru. Namun pihak Polres Lamongan meyakini bahwa mereka sudah lama masuk dalam jaringan kasus narkotika dan obat terlarang tersebut.

“Buktinya untuk ganja sebanyak 1 kg seharga 4 juta, mereka langsung membeli sendiri ke Lampung dengan mengendarai sepeda motor Vespa dari Lamongan. Selanjutnya pulang dari Lampung, oleh dua tersangka kasus ganja diecer 80 gram seharga 1 juta”, bebernya.

Lebih lanjut, kata AKBP Feby menambahkan, ganja tersebut kebanyakan dijual di wilayah Lamongan. Jadi dugaan mereka para komunitas Vespa juga harus diperhatikan.

“Kami mohon dukungan dari seluruh masyarakat, jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi pihak Kasat Narkoba atau langsung saya secara pribadi (red_Kapolres Lamongan). Karena Narkoba merupakan bahaya yang luar biasa, kejahatan dan musuh negara yang harus dibrantas”, pungkasnya. (huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan