Diduga Rusak Papan Pengumuman, Oknum PNS Disdik Di Adukan Ke Polres Lamongan

KiLASMETRO.COM, LAMONGAN – Setelah memenangkan gugatan di Pengadilan Negeri (PN) Lamongan sesuai putusan inkraht No.42/pdt.G/2018/ Pn.lmg tertanggal 29 Maret 2019, terkait sebidang tanah pekarangan dan bangunan rumah yang ditempatinya sejak lahir.

Mustopo, sang pengayuh becak, warga Kelurahan Babat, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan kembali berhadapan dengan Drs.Disan, salah satu oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan pada permasalahan yang sama.

Kali ini, lelaki berusia 57 tahun tersebut yang didampingi Penasehat Hukum (PH) Riyanto, S.H,M.H dan Subari, S.Sy membuat pengaduan masyarakat (dumas) ke Polres Lamongan terkait dugaan pengerusakan papan pengumuman putusan Pengadilan Negeri (PN) Lamongan yang dilakukan Drs. Disan.

“Kami adukan Drs.Disan ke Polres Lamongan telah melakukan perbuatan melawan hukum karena diduga merusak papan pengumuman putusan PN Lamongan yang dipasang oleh Mustopo cs selaku pemenang perkara aquo”, ungkap Tim Penasehat Hukum Mustopo cs, Riyanto, S.H, M.H saat didampingi rekan Pos Bakum Perari Lamongan di depan ruang SPKT Polres Lamongan, Jumat (11/10/2019) sore.

Riyanto menjelaskan, pihaknya menduga Drs.Disan melakukan pengerusakan papan pengumuman karena merasa malu dikalahkan oleh seorang pengayuh becak pada sidang gugatan beberapa bulan Maret lalu di PN Lamongan.

“Yang terpenting saat ini tanda terima pengaduan No.198 sudah kami kantongi. Jadi pengaduan Mustopo cs sudah diterima pihak Polres Lamongan. Selanjutnya kami percaya bahwa pihak Polres Lamongan akan bekerja maksimal sehingga bisa mentersangkakan Drs.Disan”, tegasnya.

Sementara, Mustopo cs menyampaikan mempercayakan perkaranya tersebut kepada Penasehat Hukum Riyanto,SH,MH dan Subari,S.Sy.

“Kami sekeluarga haqul yakin dan mempercayakan permasalahan ini kepada Pak Riyanto dan Subari, karena pengalaman sebelumnya. Serta pihak Polres Lamongan bisa bekerja secara maksimal. Dan Drs.Disan bisa mendapatkan jeratan hukum seadil-adilnya, agar dia bisa jerah”, pungkas Mustopo. (huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan