Tapak Tilas Perjuangan Pasukan Kuda Mayangkara Mengusir Kolonial Belanda

KiLASMETRO.COM, LAMONGAN – Semangat…..sejarah singkat mayangkara, Pada masa penjajahan kolonial Belanda. Dimana kala itu wilayah Mantup di perebutkan oleh Belanda.

Dan untuk mempertahankan wilayah Mantup, dibentuklah Sebuah Gerakan atau Pasukan Berkuda yang di pimpin oleh P.Jarot.

Pasukan tersebut menunggang Kuda Putih Mayangkara yang saat ini dijadikan monumen. Dan kata mantup berasal dari kalimat AMANTUBBILLAH yang artinya percaya kepada Allah,itulah semboyan yang selalu di ucapkan oleh pasukan Kuda Mayangkara.

Mereka semua percaya akan adanya kekuatan Allah yang berhasil mengusir pasukan Belanda dari wilayah tersebut. Maka dari itu daerah yang dipertahankan disebut dengan Desa Mantup.

Dan untuk memperingatinya diadakanlah gerak jalan Mayangkara. Start dari Gedung Mayangkara di Kecamatan Mantup, dimana peserta diharuskan menempuh jarak sepanjang 22 kilometer menuju garis finish di depan Pendopo Lokatantra.

Tidak sedikit peserta yang berguguran di tengah perjalanan karena kelelahan dan mengalami kram pada kaki.

“Tahun ini sepertinya lebih berat mas. Mungkin karena cuaca yang sangat panas. Tadi ada beberapa peserta dari pelajar yang berhenti karena mengalami kram”, ujar Kopda Slamet kameramen Kodim 0812/Lamongan.

Gerak jalan itu digelar rutin setiap tahun sebagai bentuk tapak tilas perjuangan Batalyon Mayangkara yang dikomandani Jarot Subiantoro saat melawan penjajah pada peride tahun 1945 hingga 1955. Kala itu, mereka bermarkas di Desa Mantup. (pendim0812/huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan