Sholikin Gratiskan Pembuatan Kaki Palsu, Karena Ini

KiLASMETRO.COM, LAMONGAN – Keterbatasan fisik yang dialami Sholikin selama ini, tak menyurutkan niatnya untuk berbagi kepada sesama dengan memberikan dan membuatkan kaki palsu gratis kepada siapapun yang membutuhkan.

Kecelakaan kerja saat mencari batu gunung di kampung halamannya beberapa tahun silam telah merenggut salah satu organ vitalnya tersebut.

“Setelah kejadian itu, kemudian saya berhenti bekerja dan membeli kaki palsu di Solo agar bisa berjalan seperti biasanya”, ujar Sholikin.

Dan akhirnya sebuah kaki palsu terpasang di tungkai kaki kanan warga Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan tersebut.

Sholikin mengatakan, namun ternyata kaki palsu yang dibeli dari Solo itu kurang nyaman ketika dipakai. Kemudian dia mencoba memperbaiki sendiri kaki palsunya.

“Disaat memperbaiki kaki palsu tersebut, secara tidak sengaja saya telah mempelajari cara membuat maupun bahan yang digunakan kaki palsu”, terangnya.

Kemudian, dia mencoba membuat kaki palsu dengan menggunakan bahan pipa paralon dan pipa almunium. Meski teknik pembuatannya juga serba manual tanpa bantuan mesin.

“Saya hanya menggunakan kompor untuk memanaskan pipa paralon agar bisa dibentuk sesuai ukuran yang diinginkan. Dan orang pertama yang saya buatkan kaki palsu adalah teman seprofesi tinggal di Tuban”, akunya.

Sejak saat itulah, Sholikin kerap membuatkan kaki palsu untuk orang-orang yang memesan. Bahkan pria yang saat ini beralih profesi sebagai petani itu tidak memungut biaya sedikitpun untuk setiap pembuatan kaki palsu.

“Sepuluh kaki palsu yang sudah saya buat, yang kebanyakan memang adalah orang tak mampu. Secara gratis saya buatkan kaki palsu bagi siapapun supaya orang-orang seperti saya punya semangat”, ucap pria yang sudah bisa membuat kaki palsu sejak tahun 1997.

Seorang warga yang kini memakai kaki palsu buatan Sholikin tersebut adalah Son Marsono, warga Tuban. Son mengaku, ia sudah memakai kaki palsu buatan Sholikin sejak tahun 1997. “Kaki palsu yang saya pakai ini dibuatkan secara gratis oleh Pak Sholikin”, tutur Marsono saat dirumah Sholikin. (huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan