Lamongan Aman Dan Kondusif, Feby : Kami Tetap Siagakan Ratusan Personil TNI-Polri

Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung, Bupati Lamongan H. Fadeli dan Kasdim 0812 Lamongan Mayor Arh GN. Putu Ardana saat tinjau kesiapan pasukan. (foto : Koko).

KiLASMETRO.COM, LAMONGAN – Menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 pada 20 Oktober mendatang, TNI-Polri bersama Pemkab Lamongan melakukan apel gelar pasukan pada Jumat (18/10/2019) di alun-alun Kabupaten Lamongan. 

Bupati Lamongan H. Fadeli, S.H bertindak sebagai pemimpin apel dengan didampingi Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung, S.I.K dan Dandim 0812 yang diwakili oleh Kasdim 0812 Lamongan Mayor Arh GN Putu Ardana. 

“Pemerintah Kabupaten Lamongan mendukung acara apel gelar pasukan dalam rangka kesiapan pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019 – 2024”, ujar Fadeli, S.H. 

Fadeli mengatakan, Lamongan saat ini sudah aman dan kondusif tentu tetap siap siaga. Terbukti pada saat Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 dan terakhir Pilkades serentak se-Kabupaten kemarin bisa berjalan dengan aman dan sukses. 

“Kami yakin pelantikan Presiden dan Wakil Presiden yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober nanti akan berjalan dengan aman. Dan tentunya kami harus tetap antisipasi berbagai kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dengan kesiapan baik dari TNI-Polri ni dan juga masyarakat di Lamongan”, katanya. 

Sementara, Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung, S.I.K, M.H menyampaikan, bahwa pihaknya menyiagakan ratusan personil dari TNI-Polri. 

“Kami siagakan 600 personil Polri dan 150 personil TNI serta dibantu dari berbagai elemen masyarakat Lamongan tentunya”, tutur AKBP Feby Deby Hutagalung. 

Sedangkan, jelas AKBP Feby, untuk teknis pelaksanaannya, selain melaksanakan patroli juga sambang dialog dengan masyarakat yang mempunyai potensi kerawanan konflik, karena berseberangan dengan program pemerintah. Meski demikian Lamongan saat ini dalam kondisi aman. 

“Seperti yang disampaikan Bupati Lamongan di kota ini tidak akan ada aksi-aksi yang menolak kaitanya dengan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. Bahkan kami yakin sampai dengan pasca pelantikan semuanya bisa berjalan dengan aman dan kondusif”, jelas pria berpangkat melati dua. 

Lihat juga videonya :

Feby menambahkan, untuk warga Lamongan yang datang ke Jakarta, itu dari salah satu kelompok petani hutan pada tanggal 15 September kemarin, dalam rangka mendukung pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

“Kepada seluruh masyarakat khususnya Kabupaten Lamongan, kami tidak perlu mobilisasi masa. Mari bersama-sama menjaga kondusifitas Lamongan”, himbaunya. 

Sambutan dan dukungan Lamongan dalam rangka pelantikan tersebut, dia menyampaikan, bahwa hari Minggu (20/10) pagi, pihaknya akan mengadakan acara parade merah putih di alun-alun Kota Lamongan. 

Lebih lanjut, Feby mengatakan, sesuai dengan tupoksi masing-masing untuk pengamanan terbuka. Polres Lamongan maupun jajarannya tidak menggunakan senjata tetapi untuk yang mobil dan tertutup seperti tim tindaknya itu menggunakan senjata lengkap. 

“Kabupaten Lamongan secara umum sangat sangat kondusif yang tidak ada wilayah khusus yang menjadi potensi kerawanan. Dan kami yakin di Lamongan tidak ada pergerakan masa ataupun aksi-aksi yang mencegah daripada kegiatan pelatihan ini”, pungkasnya. (huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan