Merasa Dirugikan Oknum Polisi ‘MH’, Roliana Lapor Ke Polres Lotim

Roliana, ibu M. Zaenuddin laporkan MH oknum polisi (foto : Zi JayantaraNews).

KiLASMETRO.COM, LOMBOK TIMUR – Nasib malang serta na’as menimpah salah satu warga M. Zaenuddin alias MZ di Dusun Rumbuk Desa Batuyang Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur.

Karena keinginannya ikut seleksi tes bintara polri pada tahun 2012, namun MZ tidak berhasil lolos dalam seleksi penerimaan calon bintara polri tersebut.

Dikutip dari media JayantaraNews, mirisnya Roliana (red_ibu MZ) mengakui telah menyerahkan uang sebesar 150 Juta dan 25 Juta yang langsung ditransferkan melalui Bank kepada oknum polisi berinisial (MH).

Diketahui bahwa oknum tersebut saat ini masih menjabat sebagai anggota Bamin Ops Polres Mataram .

Sementara, Roliana menuturkan pada awak media saat ditemui di Mapolres Lombok Timur, maksud kedatangannya.

“Saya datang ke Polres Lombok Timur untuk menanyakan sejauh mana proses hukum terkait kasus yang pernah saya dilaporkan”, ujar Roliana, Jumat (18/10).

Ia merasa kecewa dan sangat kesal terhadap oknum Polisi Berinisial (MH) karena sudah menyerahkan sejumlah uang tersebut sesuai dengan permintaan untuk biaya masuk bintara polri.

“Namun malang, nasib anak saya tidak lulus dan uang yang saya serahkan tersebut amblas tidak dikembalikan sesuai dengan kesepakatan”, katanya.

Kemudian atas kejadian tersebut Roliana (Ibu Korban) bersama keluarganya membuat aduan Ke Polres Mataram. Dan pada saat itu masih Kapolres Mataram AKBP. Muhammad. Lanjut ia menjelaskan bahwa pada saat itu telah diupayakan mediasi serta menemukan kedua belah pihak antara korban dengan oknum MH.

“Kemudian kami dan oknum MH sepakat untuk menyelesaikan secara keluargaan dan MH sendiri sanggup mengembalikan atas kerugian teesebut”, ucapnya.

Dan setelah sekian lama, Roliana menunggu itikad baik namun oknum (MH), namun tidak pernah merealisasikan janjinya untuk kembalikan sejumlah uang biaya yang sudah ia minta dari korban.

Lebih lanjut, Roliana karena merasa dirugikan atas hal tersebut. Ia membawa masalah itu melalu jalur hukum dengan didampingi keluarganya saat ibu korban melaporkan kasus tersebut ke Satreskrim Polres Lombok Timur.

Kasat Reskrim Polres Lombok Timur AKP I Made Yugi Purusa Utama, SE., S. Ik saat ditemui awak media di ruang kerjanya membenarkan atas laporan kasus tersebut.

“Proses hukum terkait kasus tersebut sudah berjalan. Dan kami masih menyiapkan salah satu alat bukti terkait kasus tersebut, baru kemudian akan dilakukan gelar pekara”, ungkap AKP I Made Yugi Purusa Utama, SE., S. IK.

Lanjut ia menjelaskan bahwa dalam kasus tersebut, pihaknya sangat antensi dan tidak ada lagi upaya jalan untuk mediasi karena oknum tersebut (MH) sudah diberikan banyak waktu serta kesempatan agar dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Dan sempat juga pada saat itu dipertemukan serta dimediasi oleh kapolres Mataram saat dijabat oleh (AKBP Muhammad) pada waktu itu. Namun hanya niat saja mau kembalikan uang korban tersebut hingga saat ini, kenyataan belom dikembalikan sama sekali.

“Meskipun oknum (MH) salah satu Anggota tapi dalam masalah ini, saya tekankan untuk selalu kooperatif dan MH tidak pernah mangkir dalam setiap panggilan”, ungkapnya.

Lebih lanjut, Yogi mengatakan, bahwa dalam kasus tersebut secara pribadi dan institusi sangat antensi kasus tersebut, apalagi diketahui korbannya merupakan anak yatim serta berasal dari keluarga kurang mampu. Dan uang yang dikeluarkan merupakan hasil dari penjualan tanah warisannya karena atas perintah oknum ‘MH’, akhirnya ibu korban mau menjual warisan dengan dengan iming-iming anaknya ‘MZ’ lulus dan diterima sebagai anggota polisi.

“Kami lengkapi satu alat bukti lagi, kemudian melakukan gelar pekara dan menaikkannya kasus tersebut ke kejaksaan setelah p21”, pungkasnya. (red).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan