Ambeng Sedekah Bumi Desa Mungli, Berkah Bagi Warga Dan Tamu Yang Datang

Warga setempat dan tamu yang mengikuti acara sedekah bumi di Desa Mungli Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan (foto : pemdes mungli/koko).

KiLASMETRO.COM, LAMONGAN – Sedekah bumi merupakan simbol perwujudan rasa syukur atas hasil bumi (panen) yang melimpah yang diberikan Allah SWT, dan biasanya dilakukan oleh warga masyarakat dengan dikoordinasi oleh panitia dari pemerintah desa setempat. 

Hal ini juga dilaksanakan oleh Desa Mungli, Kecamatan Kalitengah Lamongan. Selain sedekah bumi, dalam pelaksanaan tradisi tahunan tersebut juga dibarengi dengan Haul Kiai Bungseng atau Kiai Buskhori yang dipercaya sebagai sesepuh yang pernah membangun alias “cikal bakal” desa tersebut.

“Warga Desa Mungli sangat meyakini pelaksanaan sedekah bumi yang sudah terselenggara dan melekat sejak zaman dahulu. Sehingga sampai kini mereka masih melestarikannya”, ungkap Kaur Kesra Nasir.

Meskipun terkesan tradisi budaya jawa yang menonjol, Nasir mengatakan, akan tetapi kesan relijius lebih tampak ke nilai-nilai Islami karena rangkaian upacaranya semua menggunakan panjatan doa-doa yang sesuai dengan ajaran agama Islam.

“Lebih menarik lagi, ambeng (red_nasi tumpeng dengan berbagai lauk pauk yang ditempatkan pada tampah) merupakan salah satu rangkaian ritual sedekah bumi”, kata pria yang dianggap sebagai tetua adat desa setempat.

Dimana hal ini memiliki nilai religius, nilai syukur, nilai gotong royong dan nilai saling menghormati untuk diberikan kepada tamu atau siapapun yang datang terutama dari luar desa.

Nasir menjelaskan, tamu dalam arti tanpa memandang yang datang itu siapa, pejabat maupun masyarakat biasa. Mereka pasti akan mendapatkan bagian ambeng yang dibawah oleh warga saat acara sedekah bumi. 

“Bagi sebagian tamu yang datang, ambeng yang telah mendapatkan do’a saat sedekah bumi dianggap mempunyai barokah tersendiri (ngalap barokah), sehingga tidak heran jika setiap pelaksanaan sedekah bumi pasti di datangi ratusan tamu dari luar Desa Mungli”, akunya. 

Oleh karena itu, Nasir menambahkan, sampai saat ini warga Desa Mungli Kalitengah Lamongan masih tetap mempertahankan sedekah bumi sebagai suatu tradisi yang tak tergantikan masanya.

“Sebelum diselenggarakan sedekah bumi, panitia menyembelih sapi yang juga disuguhkan dalam berbagai olahan masakan pada acara tersebut”, pungkas Nasir.

Sementara itu, Ngadimin (65) salah satu tamu yang mengaku warga Kecamatan Brondong membenarkan bahwa kehadirannya bersama beberapa warga desanya ke tempat sedekah bumi di Desa mungli ini adalah untuk mencari sedekah berupa makanan yang dibagikan kepada warga yang datang.

“Saya setiap tahun pasti datang kesini, tujuan saya adalah untuk minta jajanan yg telah di do’akan oleh tetuah adat sini, selanjutnya jajan itu akan saya bawa pulang untuk bekal melaut. Karena saya yakin jajanan yang telah di do’akan ini membawa berkah tersendiri”, tandasnya. (huda). 

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan