Tidak Niat Beli Malah Curi Motor, Timah Panas Hadiah Dari Polisi

Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung,S.I.K,MH press release pengungkapan curanmor dengan modus sebagai pembeli, Selasa (29/10). foto (koko)

KiLASMETRO.COM, LAMONGAN – Mohammad Kadir (34), warga Desa Sentol, Kecamatan Pademayu, Kabupaten Pamekasan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Lamongan karena diduga telah melakukan pencurian bermotor (curanmor) dengan modus berpura-pura sebagai pembeli.

Saat diamankan oleh petugas di wilayah Kecamatan Brondong, tersangka berusaha melarikan diri. Sehingga petugas terpaksa harus melumpuhkan tersangka dengan timah panas pada bagian kaki kanan.

“Dari dua laporan masyarakat ke Polres Lamongan yang terjadi sekitar bulan Maret dan Oktober tahun ini, kami berhasil menangkap tersangka dengan dugaan curanmor (pencurian bermotor) menggunakan modus berpura-pura sebagai pembeli”, ungkap Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung, S.I.K, M.H, kepada sejumlah awak media, Selasa (29/10) sore.

AKBP Feby mengatakan, tersangka diamankan bersama barang bukti 1 (satu) unit sepeda motor Honda GL Max tahun 1995, BPKB dan handphone merk Colpad warna putih.

Selain itu modus yang digunakan tersangka cukup unik. Awalnya warga Pamekasan tersebut menawar sepeda motor yang dijual oleh korban melalui media sosial.

“Kemudian mereka bertemu setelah sebelumnya tersangka meminta kepada korban untuk COD (cash on delivery). Dengan berpura-pura menawar dan akan membeli sepeda motor yang ditawarkan korban”, ujar Kapolres Lamongan.

Lihat juga videonya :

Selanjutnya oleh tersangka sepeda motor korban dicoba. Bukannya dikembalikan atau niat untuk dibeli, tapi sepeda motor korban dibawa kabur dan dijual oleh tersangka.

“Dengan modus operandi tersebut, tersangka berhasil membawa kabur 2 (dua) sepeda motor. Beruntung masih ada satu sepeda motor yang masih dalam penguasaannya dan kita gunakan sebagai barang bukti”, tegasnya.

Sesuai penelusuran petugas, Feby menyampaikan, terdapat dua tempat kejadian perkara (TKP) Warkop Giras Kelurahan Babat dan halaman Kantor Pos Babat.

“Barang yang telah dijual ke wilayah Tuban yakni sepeda motor Honda CBR, dimana korbannya juga kebetulan warga Lamongan. Dari hasil pengungkapan ini, akan kami kembangkan. Mudah-mudahan, kami berhasil menangkap sindikat maupun pelaku lainnya”, terangnya.

Berdasar pengakuan tersangka, Feby menambahkan, yang bersangkutan melakukan secara sendiri (red_single fighter). Karena tersangka dalam melancarkan aksinya menggunakan handphone, maka tidak menutup kemungkinan warga Desa Sentol tersebut dengan temannya.

“Korban yang diduga telah ditipu oleh tersangka memakai modus baru tersebut yakni Devi Arivianto (23), warga Desa Warunggering, Kecamatan Kedungpring, Lamongan dan Rendi Wibowo (17), warga Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang, Tuban”, paparnya.

Sebagai pertanggungjawaban atas tindakannya tersebut, Polisi berpangkat melati dua menjelaskan, tersangka dijerat pasal 362 KUHP tentang pencurian kendaraan bermotor. “Selain itu kami lapis dengan pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan hukuman paling lama 5 (lima) tahun penjara”, pungkasnya. (huda)

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan