Gelar Tabligh Akbar Dan Doa Bersama Jelang Pilkada 2020

KiLASMETRO.COM, LAMONGAN – Tepat di momentum Peringatan Maulud Nabi Muhammad S.A.W, Polres Lamongan menggelar Tabligh Akbar dan Doa Bersama untuk meneguhkan persatuan dan kesatuan di seluruh lapisan mayarakat Lamongan. 

Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung menegaskan dengan soliditas dan solidaritas masyarakat Lamongan dapat hidup guyup dan rukun. Sehingga terciptanya stabilitas keamanan.

“Terciptanya stabilitas keamanan, tidak lepas dari adanya sinergitas yang bagus antara masyarakat, TNI-Polri dan Pemkab Lamongan”, ujar Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung, Senin (04/11) malam.

Pihaknya berharap, dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut, agar tetap terjaganya kerukunan bangsa serta tetap terwujudnya kesatuan dan persatuan bangsa,  “Pemilu 2019 telah kita lalui dan kita harus bersatu kembali, kedepan kita akan menyelengarkan pilkada tahun 2020 saya berharap dalam pelaksanaannya berjalan aman dan lancar”, jelasnya. 

Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung

Sementara itu H Fadeli Bupati Lamongan mengajak seluruh masyarakat untuk tetap bersama-sama membangun Lamongan kedepan dengan lebih baik lagi. 

“Bersama-sama kita bisa membangun Lamongan dengan baik, banyak sekali penghargaan yang sudah kita dapat. Lamongan aman berkat kerjasama aparat keamanan baik TNI maupun Polri”, terangnya. 

Dengan kebersamaan dapat mencapai semua tujuan baik untuk kemajuan Lamongan. “Kami harap seluruh lapisan masyarakat harus bersatu dalam menjaga persatuan dan kesatuan jangan sampai kita terpecah belah”, tandasnya. 

Sementara, KH Ahmad Muwafiq atau yang akrab disapa Gus Muwafiq dalam tausiyahnya, menuturkan adanya momentum Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan menjadi intropeksi keumatan supaya tetap terjaganya NKRI yang sudah dirintis oleh para pejuang kita terdahulu.

“Kita umat manusia seluruh dunia mendapat rahmat yang tidak terhingga  yakni berupa cahaya hidayah yang dapat menembus kegelapan jahiliyah. Diutusnya Nabi Muhammad, ada tiga perubahan yang sangat penting, yakni perubahan dibidang sosial, perubahan dibidang akidah dan perubahan dibidang kenegaraan dan politik”, paparnya. 

Menurutnya, hidup saling bertanggung jawab dan bermusyawarah dalam menata bangsa yang Berbhineka Tunggal Ika itu cara para wali ulama untuk menyatukan bangsa Indonesia semenjak datangnya Islam.

“Perbedaan bangsa dan suku bila ada permasalahan tidak bisa di selesaikan dengan cara khilafah atau cara lain tetapi harus di selesaikan dengan cara Indonesia karena sudah mempunyai dasar yang kuat yaitu pancasila dan bhineka tunggal ika berbeda-beda tetapi tetap satu jua”, pungkasnya. (pendim0812/huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan