Jalin Soliditas Masyarakat, Polres Lamongan Gelar Tabligh Akbar Dan Do’a Bersama

Gus Muwafiq saat memberikan tausiyah dalam acara Tabligh Akbar dan Doa Bersama yang diselenggarakan oleh Polres di GOR Lamogan, Senin (04/11) malam

KiLASMETRO.COM, LAMONGAN – Kepolisian Resort (Polres) Lamongan menggelar Tabligh Akbar dan Do’a Bersama dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada, Senin (04/11) malam dengan tujuan Merajut Ukhuwah Membangun Negeri yang di hadiri ribuan masyarakat Lamongan dan sekitarnya.

Tak hanya itu, acara tersebut dilaksanakan diharapkan untuk terus menjalin soliditas dan solidaritas masyarakat Kabupaten Lamongan sehingga dapat hidup guyub dan rukun, demi tercipatnya stabilitas keamanan dan kondusifitas. Hal itu akan terus terwujud dengan sinergitas TNI, Polri, pemerintah dan seluruh masyarakat Lamongan.

Jamaah yang menghadiri acara Tabligh Akbar dan Do’a Bersama untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad. SAW, Senin (04/11) malam.

“Kami memohon doa kepada yang hadir di malam ini agar tetap terjaga kerukunan bangsa, serta tetap terwujudnya kesatuan dan persatuan bangsa. Pemilu 2019 telah kita lalui dan kita harus bersatu kembali, ke depan kita akan menyelengarkan pilkada 2020. Saya berharap dalam pelaksanaannya berjalan aman dan lancar”, pinta Kapolres Lamongan AKBP Feby D.P Hutagalung, S.I.K, M.H.

Sementara Bupati Lamongan H. Fadeli, S.H dalam sambutannya mengajak bersama-sama membangun Lamongan dengan baik, banyak sekali penghargaan yang sudah didapatkan. Kami yakin Lamongan aman berkat kerjasama aparat keamanan baik TNI maupun Polri dan kesadaran serta keterbukaan dari seluruh elemen masyarakat dalam menyikapi perbedaan.

Kapolres Lamongan AKBP Feby D.P Hutagalung, S.I.K, M.H

“Dengan kebersamaan kita dapat mencapai semua tujuan baik untuk kemajuan Lamongan. Saya harap, baik ulama maupun masyarakat bisa bersatu dalam menjaga persatuan dan kesatuan jangan sampai kita terpecah belah”, kata Fadeli,S.H.

Dalam tausiyahnya, KH.A Muwafiq menyampaikan, bahwa momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan intropeksi keumatan supaya tetap terjaganya NKRI yang sudah dirintis oleh para pejuang.

“Kita umat manusia seluruh dunia mendapat rahmat yang tidak terhingga, yakni berupa cahaya hidayah yang dapat menembus kegelapan jahiliah. Bila dibadingkan dengan keadaan dunia sesudah beliau diutus sebagai Nabi dan Rasul, ada 3 perubahan yang sangat penting, yaitu Perubahan di bidang sosial, Perubahan di bidang akidah dan Perubahan di bidang kenegaraan dan politik”, tutur Gus Muwafiq panggilan akrab KH. A Muwafiq saat memberikan tausiyah di Gor Lamongan. (huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan