Polres Lamongan Bakal Fasilitasi, Jika Pemuda Ini Jalani Akad Nikah

Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung,S.I.K, M.H saat press release ungkap kasus peredaran sabu dan pil doubke L, Selasa (05/11)

KiLASMETRO.COM, LAMONGAN – Salah satu dari sepuluh tersangka yang akan mendapatkan fasilitas pernikahan khusus. Dia adalah DBP (19), warga Desa Slaharwotan, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan. 

Pemuda ini ditetapkan sebagai  tersangka oleh Satreskoba Polres Lamongan karena diduga telah kedapatan mengedarkan pil koplo jenis doble L.

“Petugas mengamankan DBP beserta barang bukti (BB) berupa 5.600 butir pil Dobel L saat dilakukan penggeledahan. Selanjutnya dia akan menjalani proses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya”, ungkap Kapolres Lamongan AKBP Feby D.P Hutagalung, S.I.K, M.H, kepada sejumlah awak media, Selasa (05/11) siang. 

Meski DBP dipastikan gagal melaksanakan resepsi pernikahan di rumahnya, tapi pihak Polres Lamongan akan memfasilitasi jika ada rencana menikah. “Kita akan memfasiltasi, termasuk memberi waktu dan tempat di Polres jika DBP tetap menjalani akad nikah”, ujar AKBP Feby. 

Dengan didampingi Kasatreskoba Iptu Khusen, Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung juga mengamankan sejumlah tersangka lain dalam kasus peredaran narkoba di wilayah Lamongan selama dua pekan terakhir.

Sepuluh tersangka kasus sabu dan pil double L yang berhasil diamankan Satreskoba Polres Lamongan.

“Dalam dua minggu terakhir, secara keseluruhan Satreskoba berhasil mengungkap 5 kasus. Diantaranya dugaan peredaran Karnopen, Pil Doble L, Sabu-sabu. Dan dari 5 kasus tersebut, petugas berhasil mengamankan 10 tersangka”, papar Feby.

Selain DBP, Feby mengatakan, diantaranya MAR (22), warga Desa Sumberbanjar Kecamatan Bluluk dan RLD (19) warga Desa Slegi, Kecamatan Sambeng, kasus yang sama dengan DBP. 

Sedangkan HS (43), warga Kelurahan Sukomulyo, Lamongan, dan MND (27), warga Dusun Joto Kecamtan Tikung diduga kedapatan menyimpan dan menggunakan sabu. 

“Untuk tersangka lainya adalah HS (37) warga Desa Sawiji Kecamtan Jogoroto, Jombang diamankan karena kasus sabu. Setelah dilakukan pengembangan, petugas berhasil meringkus dua residivis kasus sabu yakni QO (37) warga Desa Jatirejo, Kecamtan Diwek Jombang dan SO (46), warga Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Mojokerto”, terangnya.  

Kapolres Lamongan menambahkan, untuk dua tersangka lainnya dalam kasus sabu yakni BA (26), warga Takerharjo,Kecamatan Solokuro  Lamongan dan KUS (33), warga Desa Kendalkemlagi, Karanggeneng.

“Dari 5 kasus tersebut barang bukti yang berhasil diamankan petugas sebanyak 6.100 butir pil Dobel L,  9,3 gram sabu, 1.000 butir pil carnophen serta sejumlah uang dan handphone, sepeda motor, mobil, timbangan digital, pipet (alat hisap sabu)”, jelas polisi berpangkat melati dua. 

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, lanjut AKBP Feby, tersangka kasus Sabu dijerat UU Nomer 35 Tahun 2009 pasal 112 tentang Narkotika dengan ancaman 12 tahun penjara dan tersangka lainnya dijerat UU No. 36 tahun 2009 pasal 106 tentang Kesehatan dengan hukuman 15 tahun penjara. 

“Kami menghimbau kepada para pengedar maupun pengguna untuk segera berhenti, kalau tidak akan menyesal dikemudian hari. Karena dipastikan bakal kami tindak secara tegas”, pungkasnya. 

DBP (19) pemuda asal Desa Slaharwotan, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan berencana menikah.

Sementara, DBP salah satu tersangka kasus pil double L mengakui kepada sejumlah awak media berencana menyelenggarakan pernikahan dalam waktu dekat. 

“Ya, mas sesuai rencana awal jika tidak tertangkap akan menyelenggarakan akad nikah besok”, aku DBP dengan penuh penyesalan. (huda). 

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan