Dandim : Generasi Muda Harus Melek Peta Global dan Perang Asimetris

Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf Sidik Wiyono, SH, M.Tr. Han saat berikan Wasbang untuk melek Peta Blobal dan Perang Asimetris, Rabu (06/11).

KiLASMETRO.COM,LAMONGAN – Wawasan kebangsaan  kepada generasi muda sangatlah penting , agar para pemuda mengetahui perjuangan para pahlawan terdahulu sebagai motivasi untuk terus berkarya dan memberikan sumbangsihnya kepada bangsa dan negara.

Untuk itu, Dandim 0812 Lamongan  Letkol Inf Sidik Wiyono, SH, M.Tr. Han memberikan wawasan kebangsaan kepada komunitas kajian blangkon songo.

“Kami menghimbau kepada generasi muda agar melek dalam menghadapi globalisasi dan perang asimetris”, kata Letkol Inf Sidik Wiyono, SH, M.Tr. Han, Rabu (06/11) malam. 

Dalam diskusi dengan komunitas blangkon Dandim 0812/Lamongan juga memberikan penjelasan kepada komunitas kajian blangkon songo sesuai dengan hasil Dewan Riset Nasional.

“Perang Asimetris adalah suatu model peperangan yang dikembangkan dari cara berpikir yang tidak lazim atau di luar aturan peperangan yang berlaku”, ujarnya. 

Pemuda yang tergabung dalam komunitas blangkon songo.

Disebut perang asimetris karena selalu melibatkan peperangan antara dua aktor atau lebih dengan ciri menonjol dari kekuatan yang tidak seimbang. 

Sedangkan US Army menyatakan , lanjut Dandim 0812, peperangan asimetris dapat digambarkan sebagai sebuah konflik di mana dari dua pihak yang bertikai berbeda sumber daya inti atau perjuangannya cara berinteraksi atau upaya untuk saling eksploitasi karakteristik kelemahan-kelemahan.

“Sifat perang ini sejatinya adalah Anti kekerasan (Non Violence) namun ini bukanlah harga mati sebab bisa saja terjadi kekerasan dalam prosesnya sebagaimana pernah dilakukan pengunjuk rasa di awal-awal konflik Suriah”, terang Letkol Inf Sidik.

Dandim menerangkan lebih jauh soal pola perang Asimetris yaitu tidak lain adalah dengan Isu, tema dan  skema. Peta konflik Dunia 70 % sumber daya dan Energi , pertumbuhan Penduduk Dunia dalam 6 tahun bertambah 0,6 Milliard.”Energi, pangan, air semakin langka, populasi kemampuan bumi hanya cukup untuk 2 miliar dengan standar hidup masyarakat Eropa jika dengan standar hidup masyarakat Amerika saat ini sebutkan arti dari 5 bumi. Saat tahun 2045 mendatang situasi NKRI seperti apa bagaimana keadaan anak-anak nanti ? Pada 2039 apakah manusia bisa hidup layak, Inilah perlu dipikirkan bagi kita sebagai jiwa muda penerus bangsa”, tegasnya.

Menghadapi 2043, lebih jauh Letkol Inf menambahkan, jumlah penduduk semakin banyak energi semakin menipis , pangan, air semakin terbatas negara-negara non ekuator krisis pangan, air dan energi. 

Sehingga banyak Negara ingin menguasai negara Indonesia yang mempunyai banyak energi pangan, inilah juga yang disebut perang Asimetris.”Negara Indonesia saat ini sekarang diserang pada generasi mudanya dengan Narkoba, Indonesia sangat strategis dan kaya sumber daya alam yang melimpah sehingga ancaman kita adalah dihancurkan oleh negara-negara lain, untuk itu kita harus bersatu”, tandas Dandim

Disisi lain Martian salah satu anggota komunitas blangkon mengutarakan, sangat terpacu untuk semangat berkarya dan bersatu.” Dengan wawasan kebangsaan terkait peta globalisasi membuat kita semakin semangat untuk berkarya. Jangan sampai kita kalah dengan bangsa lain. Ini sangat penting bagi kita sebagai generasi muda penerus bangsa”, pungkasnya. (pendim0812/huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan