Apel Pengamanan Pasca Pelantikan Kepala Desa Di Kabupaten Lamongan

Apel Pengamanan pasca pelantikan Kepala Desa di Lamongan, Kamis (07/11).

KiLASMETRO.COM,LAMONGAN – Sebagai salah satu rangkaian puncak dari proses pemilihan Kepala Desa serentak adalah pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan terpilih yang  dilaksanakan Kamis (07/11/2019) di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan.

Untuk itu dibutuhkan situasi yang kondusif agar puncak proses demokrasi desa ini berhasil diwujudkan demi jalannya roda pemerintahan di desa.

Dalam hal ini untuk menciptakan situasi kondusif di wilayah pasca pelantikan Kepala Desa, personil gabungan TNI-Polri dan Instansi Pemerintahan daerah menggelar Apel pengamanan pelantikan Kepala Desa dan disiagakan di berbagai obyek fital di sekeliking Alun alun Kab Lamongan.

Pengamanan yang dilakukan mulai dari titik kumpul rombongan atau kediaman para kepala desa yakni dengan memberikan himbauan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran dalam berlalulintas.

Pihak TNI-Polri telah siapkan ratusan personil gabungan pengamanan dan pengawalan dimulai dari tempat kumpul rombongan, rute dan sampai tujuan dengan memberikan himbauan selama mobilitas kegiatan agar terwujudnya kegiatan yang aman dan lancar.

Sebelum pelaksanaan TNI-Polri juga lakukan pengecekan terhadap kesiapan dan kelengkapan personil  serta memberikan arahan petunjuk hingga cara bertindak dalam rangkaian kegiatan pelantikan.

Polres, Kodim, Sat Pol PP, dan Dinas Perhubungan

Sementara itu ditempat terpisah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Lamongan, Khusnul Yakin, mengungkapkan dalam pelaksanaan apel pengamanan pelantikan kepala desa dihadiri oleh personil dari Polres, Kodim, Sat Pol PP, dan Dinas Perhubungan.

“Unsur pengamanan tersebut sangat berperan dalam terciptanya suasana pelantikan yang aman dan kondusif di Kabupaten Lamongan sesuai harapan dan keinginan masyarakat,” katanya.

Beliau menambahkan, dalam pelaksanaan pelantikan kepala Desa mendatang yang diperbolehkan masuk kedalam Pendopo hanya 5 orang yakni kuwu terpilih,  istri/suami,  dan 3 orang pengantar sedangkan yang lainnya tidak diperkenankan masuk.

“Karena adanya keterbatasan, kami sarankan kuwu terpilih agar tidak membawa pengantar terlalu banyak”, tandasnya. (pendim0812/huda)

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan