Bersama Forkopimda, Dandim Lamongan Berikan Pesan Ini Saat Silaturahim Dengan PSHT

Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf Sidik Wiyono bersama Forkopimda dalam acara Silaturahim dan Penyerahan Hak Paten dan Lisensi, Kamis (07/11) di Pendopo Lokatantra Lamongan. (foto : pendim0812/koko)

KiLASMETRO.COM,LAMONGAN – Silaturahmi jajaran pengurus PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) Cabang Lamongan yang berpusat di Madiun dalam rangka penyerahan Hak Paten dan Lisensi serta Dialog dengan Forkopimda Kabupaten Lamongan dan pihak terkait, pada Kamis (07/11) malam di Pendopo Lokatantra Jl. Ahmad Yani Kabupaten Lamongan.

“Pada dasarnya kami masyarakat Kabupaten Lamongan ingin hidup tenang dan damai supaya tidak ada gejolak. Oleh karena itu kita adakan acara ini untuk menunjukkan bahwa bukti nyata PSHT Cabang Lamongan bisa bekerjasama dengan Forkopimda Kab Lamongan”, kata Ketua PSHT Cabang Lamongan Harto, S.Pd, M.M dalam sambutannya.

Meneruskan, ujar Harto, arahan Dandim 0812 dan Kapolres Lamongan, bahwa PSHT Cabang Lamongan Pusat Madiun memiliki lisensi dan hak paten serta legalitas harus bijak dalam penggunaan media social. “Kita mempunyai tanggung jawab untuk menjaga kamtibmas di wilayah Kabupaten Lamongan. Oleh karena itu diharapkan bijak dalam penggunaan media social. Jangan mudah percaya dengan berita bohong (hoax)”, terang Harto yang mengakui telah menyerahkan legalitas PSHT Cabang Lamongan Pusat Madiun kepada Bupati, Dandim 0812 dan Kapolres Lamongan.  

Penyerahan legalitas Hak Paten dan Lisensi PSHT kepada Forkopimda Lamongan.

Dia berharap, dengan adanya pertemuan bisa memberikan keberkahan bagi semua warga PSHT Kabupaten Lamongan. “Kita harus mempunyai badan hukum yang berpusat di Madiun yang mempunyai hak paten. Kita harus bisa  bersikap dalam mengembangkan pencak silat ini. Sehingga keberadaan PSHT akan selalu bersinergi dengan Jajaran Forkopimda dan akan selalu mengikuti petunjuk dari Dandim 0812 maupun Kapolres Lamongan dan jajaran Forkopimda”, jelas Ketua PSHT Cabang Lamongan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung, mengajak untuk tetap bersama dan bersatu walaupun berbeda perguruan. Tapi pedoman sama yakni Pancasila dan UUD 1945.

“Meski kita beda, tapi kita sama dalam pedoman yakni UUD 1945 dan Pancasila. Oleh karena itu saya bangga dengan PSHT dengan kebersamaanya. Sehingga dengan bersama dan bersatu, kami berharap turut serta mengantisipasi bahaya radikalisme serta menyuarakan hal-hal yang positif kepada masyarakat supaya tercipta Kabupaten Lamongan yang aman dan kondusif”, tandasnya.

Sementara, Dandim Letkol Inf Sidik Wiyono (Dandim 0812/Lamongan), dalam sambutanya juga mengajak untuk selalu bersaudara seperti dasar PSHT sesuai dengan ajaran PSHT sebagai pendekar harus jujur baik kepada diri sendiri maupun kepada masyarakat serta tidak boleh sombong.

“Kita harus bersatu dengan TNI/Polri dan seluruh komponen masyarakat untuk merajut persatuan dan perdamaian supaya Lamongan tetap indah dan damai”, ucapnya.

Disisi lain, Ketua Umum PSHT Pusat Madiun Drs. Moerdjoko mengatakan bahwa keluarga besar PSHT memiliki kewajiban untuk mendukung semua program – program pemerintah. “Karena kita bagian dari masyarakat harus ikut menciptakan negara yang aman adil dan makmur, dan kami berharap dengan adanya lisensi dan hak paten PSHT Pusat Madiun dari Kemenkumham. Kita jangan sampai arogan yang menimbulkan pertikaian dengan saudara kita sendiri”, ungkap Drs. Moedjoko.

Dengan dasar Pancasila dan UUD 1945 , PSHT dengan tegas menolak Radikalisme untuk tetap tegaknya NKRI. Indonesia sangat majemuk dengan beragam Perguruan Pencak silat dibawah naungan IPSI. “Oleh karena itu kami mengharapkan saudara – saudara harus bisa membawa watak dan jiwa PSHT membentuk insan yang berbudi luhur”, tegasnya.

Bupati Fadeli, pada waktu yang sama, menyampaikan, Lamongan merupakan Kabupaten peraih penghargaan terbaik dalam penanganan konflik sosial.

“Mulai dengan banyaknya konflik, kita bisa selesaikan dengan baik mulai tingkat desa s.d kecamatan seperti halnya kita telah melaksankan pilkades serentak th 2019 yang berjalan aman dan lancar”, kata Fadeli.

Fadeli mengatakan, bahwa pihaknya merasa bangga Lamongan memiliki PSHT sebagai perguruan pancak silat terbesar dan banyak sekali prestasi yang diraih.

“Saya berharap PSHT tetap diam dan jangan menjadikan sombong. Melalui forum ini saya mengajak PSHT ikut menciptakan rasa aman dan kondusif di wilayah Kabupaten  Lamongan.(pendim0812/huda). 

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan