“ Bejat dan Tak Bermoral “, Guru Dan Pacarnya Diduga Ajak Siswi Buleleng Bali Lakukan Gaya Threesome

Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait saat memberikan keterangan pers.

KiLASMETRO.COM,JAKARTA – Tersangka tindak kejahatan seksual dan moralitas tidak bisa diterima akal manusia diduga dilakukan MND (29). Pasalnya MND, mengajak siswi di Buleleng Bali menjadi budak nafsu bersama kekasihnya PW (36) melakukan seks menyimpang yakni threesome (red_triple sex).

Dari peristiwa ini mengundang repon keras dari KOMNAS Perlindungan Anak untuk mendesak dan mendorong Kepolisian Resort (Polres) Buleleng Bali agar menjerat kedua tersangka dengan pasal berlapis.

“Dari kronologi yang diterima tim Investigasi cepat Komnas Perlindungan di Buleleng, menilai perbuatan MND dan PW adalah perbuatan sangat menjijikkan. Apalagi dilakukan  oleh seorang guru yang seyogianya melindungi anak dari kerusakan akhlak dan moral dan dari kejahatan seksual”, ujar Ketua KOMNAS Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait, Jumat (08/07) sore.

Mengingat perbuatan MND dan PW, kata Arist panggilan Arist Merdeka Sirait, sudah memenuhi unsur pidana yang diatur dalam ketentuan UU RI Nomor : 17 tahun 2016 tentang penerapan Perpu Nomor : 01 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas atas UU RI Nomor : 23  tahun 2003 tentang Perlindungan Anak dan  ketentuan pasal 82 UU RI Nomor : 35 tahun 2014 atas perubahan UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dimana terduga pelaku Novi dan Putu dengan sengaja melakukan bujuk rayu  janji-janji, tipu muslihat, intimidasi dan ancaman kekerasan untuk melakukan persetubuhan.

“MND dan PW dalam pengakuannya kepada tim penyelidik kepolisian, telah berpacaran selama satu setengah tahun.  Keduanya membenarkan telah melakukan sex threesome yang melibatkan siswi karena terobsesi video porno adegan triple sex. Dan pacarnya (red_PW) memang ingin hal baru dalam berhubungan intim”, jelasnya.

Menurut kedua tersangka dikutip dari pengakuan MND dan PW kepada petugas penyidik, keduanya sempat cekcok perihal fantasi pacarnya itu. Memang PW  yang menginginkan karena dia ingin mencoba hal baru.

“Atas peristiwa ini Komnas Perlindungan Anak mengajak orangtua dan guru lebih waspada serta peka memberikan extra perhatian kepada perkembangan anak remaja  di rumah  dan di sekolah serta mendorong lembaga pendidikan  atau sekolah  dan rumah ramah anak sehingga tidak ada lagi  waktu bagi anak membuang waktu percuma”, pesan Arist.

Sementara, Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu  I Gede Sumarjaya mengatakan, bermula dari laporan orang tua korban, Rabu (06/11) kemarin setelah mendegar kabar yang menghebohkan di sekolah Buleleng Bali. Dimana kedua tersangka mengiming-imingi korban dengan baju baru dan pulsa.

MND dan PW saat diamankan dan digelandang petugas Polres Buleleng Bali.

“Korban diiming-imingi MND baju baru dan pulsa dan diajak ke kosan dikenalkan dengan pacarnya pada tanggal 26 Oktober 2019. Disana korban malah dipaksa melihat dirinya berhubungan intim dengan PW. Kemudian tubuh korban diraba oleh PW hingga akhirnya terjadilah persetubuhan yang dilakukan bertiga (red_trhreesome) karena merasa tertekan”,ungkap Iptu I Gede Sumarjaya.

Lebih lanjut, Kassubag Humas mengatakan, kedua tersangka diamankan dan digelandang ke Makopolresta Buleleng untuk  diperiksa dan dimintai keterangan. “Kedua tersangka terus terang dan mengakui saat diminta keterangan dari petugas”, pungkasnya. (komnaspa/huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan