Desa Jelakcatur Resmi Dikukuhkan Sebagai Destana

Kepala Desa Jelakcatur Anam Qosim bersama tim BPBD Lamongan dan pihak Kecamatan Kalitengah saat pembentukan Destana, Rabu (13/11). kemarin.

KiLASMETRO.COM, LAMONGAN – Desa Jelakcatur, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan dikukuhkan atau dibentuk sebagai Destana (Desa Tangguh Bencana) oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lamongan.

Pembentukan tersebut memiliki tujuan mengurangi resiko bencana serta sebagai wujud kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana.

“Untuk menyikapi kejadian bencana saat ini tidak perlu lagi dengan sikap responsif, namun sudah menuju preventif, yakni pengelolaan resiko bencana”, ujar Tim BPBD Lamongan Gunawan dihadapan puluhan warga, Rabu (13/11) kemarin.

Gunawan mengatakan, peran aktif masyarakat, tim relawan dan pemangku kepentingan sangatlah penting untuk melakukan mitigasi bencana alam yang ada di Kecamatan Kalitengah .

Warga Desa Jelakcatur, Kecamatan Kalitengah yang mengikuti pembentukan dan pembinaan Destana di Balai Desa, Rabu (13/11) kemarin.

“Mengenai hal itu, Pemkab Lamongan akan terus berupaya membekali masyarakat dengan pengetahuan dan ketrampilan bencana. Dengan melakukan mitigasi bencana alam yang ada di Kecamatan Kalitengah .

Lebih lanjut, Gunawan menambahkan, adanya dampak yang lebih besar dalam peristiwa bencana terjadi diantaranya karena kurangnya pengetahuan kita tentang langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.

Sementara itu, Sekcam Kecamatan Kalitengah Sukir, mengatakan sejak dikukuhkannya atau dibentuk Desa Jelakcatur, maka jumlah Destana di Kecamatan Kalitengah menjadi 19 (sembilan belas) Desa.

“Pembentukan atau pengukuhan Destana upaya implementasi penguatan kelembagaan masyarakat tersebut dengan mensinergikan berbagai elemen yaitu pemerintah, masyarakat agar bisa terwujud masyarakat Kecamatan  Kalitengah yang tanggap tangkas dan tangguh dalam menghadapi bencana”, tandasnya.

Sebelumnya diwaktu yang sama, Kepala Desa Jelakcatur Anam Qosim berharap masyarakat memahami bahaya bencana banjir yang hampir tiap tahun, karena desaa tersebut adalah tempat bertumpuhnya air bila bengawan solo meluber. (tris/huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan