Rekam Jejak Jadi Alasan Sa’im Maju Cawabup, Siap Digandengkan Dengan Suhandoyo

Ketua DPC PDI-P Lamongan Sa'im, Spd saat mengembalikan berkas pendaftaran di kantor DPC Partai Gerindra Lamongan, Jumat (15/11).

KiLASMETRO.COM, LAMONGAN – Rekam jejak dan jumlah tokoh yang maju, menjadi alasan Ketua DPC PDI-Perjuangan Lamongan Sa’im mendaftarkan diri bakal calon wakil bupati (bacawabup) dibeberapa partai yang telah membuka pendaftaran penjaringan.  

“Di dalam membangun Lamongan kedepan tak mungkin kita hanya satu partai, selain PDI-Perjuangan sendiri juga gak mungkin maju sendiri mencalonkan kadernya karena memiliki delapan kursi di DPRD Lamongan”, ujar Sa’im kepada sejumlah awak media saat menyerahkan berkas pendaftaran sebagai cawabup di kantor DPC Partai Nasdem, Jumat (15/11).

Menurutnya, perlu kebersamaan menggapai hal itu. Oleh karena itu dengan membangun komunikasi politik dengan partai lain salah satu caranya. Sehingga yang menggandeng itu bukan calonnya tapi partai-partai yang didalam koalisi tersebut.  

 “Yang memiliki wewenang itu partai, jadi melamar atau tidak melamar secara formal para calon kan sudah mengambil formulir di beberapa partai yang membuka penjaringan”, kata mantan Wakil DPRD Lamongan diperiode 2014-2019.

Sa’im mengakui, semua kandidat tokoh yang mencalonkan Bupati Lamongan pantas untuk berpasangan dengan dirinya. Karena semua itu tergantung hasil survey yang akan di running release pada tanggal 25 November mendatang.

Kemungkinan digandengkan dengan H. Sholahuddin melalui partai PKB, Sa’im mengatakan, masih dalam penjajakan. “ Namanya juga akan berpasangan, orang pacaran aja perlu ada pendekatan”, akunya.

Saat disinggung terkait perintah partai untuk berpasangan dengan Suhandoyo, Sai’im menyatakan, tidak mempermasalahkan selama itu memang instruksi dari pusat. “ Selama itu instruksi dari dari partai kenapa tidak untuk berpasangan dengan Suhandoyo, Saya siap”, ucapnya.

“Meski partai PDI-Perjuangan memiliki delapan kursi, bukan berarti saya harus mencalonkan bupati. Karena sebelum melangkah lebih jauh untuk mencalonkan diri sebagai wakil bupati, saya harus melaksanakan rekam jejak bukan instruksi dari pusat. Kalau semua calon bupati, yang jadi wakil bupati siapa”, pungkasnya dengan menjelaskan bahwa rekom partai PDI-P akan turun satu paket cabup dan cawabup sekira bulan Desember 2019.

Sementara, Ketua DPC Partai Gerindra Tsalist Fahami menyampaikan, bahwa terdapat sepuluh calon yang mengambil formulir pendaftaran. Namun dari sepuluh calon tersebut yang sudah mengembalikan berkas pendaftaran ada lima calon bupati dan empat calon wakil bupati.

“Untuk calon bupati Lamongan yakni Yuhronur Effendi, Suhandoyo, Biin Abdussalam, H. Sholahuddin dan Deddi Nordiawan. Sedangkan calon wakil bupati selain Sai’im yakni Widhi, dan dua kader Gerindra. (huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan