Gelar Sosialisasi Kartu Tani, Solusi Kelangkahan Pupuk Subsidi Di Desa Sugihwaras

Tampak Kepala Desa Sugihwaras Siaji bersama Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Lamongan sosialisasikan pentingnya Kartu Tani, Rabu (27/11) kemarin di kantor desa.

KiLASMETRO.COM, LAMONGAN – Pemerintah Desa Sugihwaras, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan menggelar sosialisasi penerapan Kartu Tani. Penerapan program Kartu Tani ini diharapkan menjadi solusi kekurangan pupuk subsudi yang kerap terjadi.

Kepala Desa Sugihwaras Siaji menyampaikan sekira 70% persen luas wilayah desanya merupakan lahan pertanian. Sektor pertanian merupakan pilar kesejahteraan masyarakat Desa Sugiwaras.

“Ketersedian pupuk bagi petani merupakan hal penting untuk meningkatkan produktivitas. Dengan adanya penerapan program Kartu Tani diharapkan menjadi solusi kelangkahan pupuk subsidi”, ungkap Siaji, Rabu (27/11) kemarin.

Sudarto, selaku perwakilan dari Dinas Tanaman Pangan, Holtilkultura, dan Perkebunan Lamongan menerangkan pentingnya keberadaan Kartu Tani sangat membantu petani dalam memperoleh pupuk bersubsidi.

“Dengan menggunakan Kartu Tani, petani Desa bisa mendapatkan pupuk subsidi sesuai yang telah ditentukan pemerintah. Sehingga pupuk bersubsidi tepat sasaran”, ujar Sudarto.

Menurutnya, bukan hanya untuk petani penggarap, tetapi Kartu Tani juga diperuntukan pemilik. Dengan adanya kartu tani, setidaknya masyarakat juga teredukasi dan memahami penggunaan pupuk yang berimbang.

“Selama ini dalam proses pemupukan petani masih cenderung menggunakan pupuk urea dibandingkan pupuk subsidi lainnya. Bahkan per hektarnya, petani bisa menggunakan 3 kuintal pupuk urea”, katanya.

Para petani warga Desa Sugihwaras yang mengikuti sosialisasi penggunaan Kartu Tani.

Sementara, Ketua Kelompok Tani, Sumirin menyambut baik kehadiran Kartu Tani bagi para petani dengan tujuan agar mereka tidak perlu khawatir akan kekurangan ketersediaan pupuk.

“Pupuk yang akan diterima petani sudah diatur dan disesuaikan keperluan pengolahan lahan hingga panen. Meski kami belum terlalu memahami cara penggunaan kartu tani, tapi dilihat dari kegunaannya sangat membantu petani dalam mendapatkan pupuk. Kami tidak usah khawatir karena sudah diberikan pupuk sesuai yang dibutuhkan”, tandas Sumirin.

Di sisi lain, Heru petugas AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi ) dalam kesempatan yang sama juga menjelaskan solusi kegagalan panen bagi para petani akibat resiko banjir, kekeringan, hama dan penyakit.

“Untuk mengatasi hal itu, pemerintah memberikan solusi asuransi usaha tani padi (AUTP). Dan para petani membayar premi asuransi sebesar Rp.36.000,-,(tiga puluh enam ribu) atau sebesar 20 % dari Rp.180 ribu permusim perhektar. Sedangkan 80% merupakan subsidi dari pemerintah untuk mendapatkan ganti rugi Rp.6 juta”, pungkasnya. (tris/huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan