Inspirasi Ojek Siswa Anak Yatim Piatu Dan Dhuafa Muncul Karena Ini

Salah satu anggota Yayasan Berkas Bersinar Abadi Ngojek anak yatim piatu pergi ke sekolah (foto ; dok.Yayasan Berkas Bersinar Abadi).

KiLASMETRO.COM, LAMONGAN – Panit Lantas Polsek Babat Aipda Purnomo Polsek Babat Resort Lamongan dan sejumlah warga yang tergabung dalam Yayasan Berkas Bersinar Abadi tak pernah kehilangan cara dan inovasi dalam membangkitkan senyum anak yatim piatu dan kaum dhuafa. 

Kali ini Aipda Purnomo yang telah menuntaskan pembangunan Panti Asuhan Anak Yatim dan Dhuafa di Desa Nguwok, Kecamatan Modo, Lamongan beberapa waktu yang lalu melalui Yayasan Berkas Bersinar Abadi kembali mewujudkan gagasan yang jarang terfikirkan semua orang. 

“Gagasan itu muncul saat saya bersama anggota mengantar donasi ke wilayah Kecamatan Modo. Dan disana saya menemui anak yatim piatu yang tidak sekolah selain tdak punya sepeda juga karena gara-gara jaraknya terlalu jauh”, ungkap Aipda Purnomo, Senin (02/12) pagi.

Pak Pur panggilan akrab Aipda Purnomo mengatakan, dari kejadian tersebut memberikan inspirasi kepadanya dan juga Yayasan Berkas Bersinar Abadi untuk menyiapkan sejumlah kendaraan angkut untuk antar jemput bagi anak yatim piatu saat berangkat dan pulang sekolah. 

“Semua kendaraan angkut yang terdiri dari enam sepeda motor dan kendaraan roda tiga Tossa yang dimodifikasi merupakan sumbangan sejumlah donator, baik yang berada di Yayasan Berkas Bersinar Abadi atau dari pihak lain”, terangnya. 

Menurutnya, kendaraan dengan stiker Yayasan Berkas Bersinar dan Motor Peduli Yatim Piatu yang menempel di badan tunggangan anak yatim piatu tersebut telah beroperasi di wilayah Kecamatan Modo, Kedungpring dan Kecamatan Babat.

Anggota Yayasan Berkas Bersinar Abadi yang hendak mengantar sekolah anak yatim piatu dan dhuafa.

Selain itu, pria yang juga mengarsiteki berdirinya Yayasan Berkas Bersinar Abadi menyampaikan, bahwa pihaknya tak hanya menyediakan kendaraan antar jemput tapi juga memberikan amplop senyum yang berisi uang saku sebesar Rp. 5.000,- per siswa anak yatim piatu dan dhuafa.

“Untuk menghindari kekhawatiran siswa, maka joki kendaraan siaga antar jemput itu harus berkomunikasi langsung dengan pihak keluarga serta guru agar anak yaim piatu merasa aman, baik saat dijemput menuju atau pulang dari sekola, mengingat  mereka saling kenal”, ujarnya. 

Ia bersyukur masih bisa berbagi. Untuk program antar jemput sekolah bagi siswa Yatim piatu dan dhuafa sudah beroperasi enam unit sepeda motor. Akan ada tambahan satu kendaraan roda tiga yang dimodifikasi untuk kenyamanan dan keselamatan. “ Kami berharap adanya adanya kendaraan dan amplop senyum tersebut bisa mendukung progam pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa”, pungkasnya. (huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan