Tingkatkan Mutu Pelayanan, Pemdes Made Gelar Ujian Penjaringan Sekdes Berbasis Komupter

Seleksi penjaringan Sekretaris Desa Made selangkah lebih maju karena menggunakan basis komputer, Senin (02/12)

KiLASMETRO.COM, LAMONGAN – Dalam meningkatkan mutu pelayanan terhadap seluruh warganya, Pemerintah Desa Made, Kecamatan/Kabupaten Lamongan melakukan penjaringan perangkat desa bagian Sekretaris Desa (Sekdes).

Namun penjaringan Sekdes Di Desa Made kali ini berbeda dengan yang lain, karena selain peminat atau pendaftarnya telah mencapai 52 lolos adminitrasi dari 60 orang, juga proses ujiannya berbasis komputer dalam bahasa asingnya CBT (computer based test).

“Kami sengaja ujian penjaringan Sekdes kali ini berbasis komputer dengan tujuan untuk memperoleh perangkat desa yang sangat dibutuhkan dalam meningkatkan mutu pelayanan desa. Paling tidak seorang Sekdes harus mampu mengoperasikan computer”, ungkap Ketua Panitia Ismaun kepada awak media KilasMetro.com di Kantor Desa Made, Senin (02/12) siang.

Ismaun mengatakan, bahwa untuk materi ujian yang terdiri dari Agama, Pancasila, Pemerintah Desa, Pengetahuan Umum serta Administrasi Kantor dan Pengetahuan IT (Informasi Teknologi) dibuat oleh seluruh panitia. Sedangkan aplikasinya, dia mengaku bekerja sama dengan pihak lain.

“Ya, mirip ujian nasional anak-anak sekolah dan prosesnya pengawasannya lebih ketat karena melibatkan pihak kecamatan, kepolisian dan koramil. Untuk masing-masing materi yang diujikan terdiri dari 50 soal. Kami harap proses penjaringan seperti ini bisa menjadi rekomendasi bagi desa-desa lain nantinya”, tandasnya.

Pengawasan ujian penjaringan Sekdes Made oleh pihak Kepolisian, Kecamatan dan Koramil

Sementara, Kepala Desa (Kades) Made Eko Widiyanto menuturkan, pihaknya sangat membutuhkan sosok Sekretaris Desa yang mumpuni dibidangnya. Oleh karena itu seleksinya di desain transparan dan adil.

“Kami berharap nantinya Sekdes terpilih bisa menjadi salah satu perangkat desa yang bisa menata administrasi pemerintah desa dan berperan aktif sebagai verifikator setiap pembangunan desa dan kegiatan desa. Sehingga hasilnya bisa dinikmati masyarakat”, pungkasnya. (tris/huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan