Warga Glagah Empat Tahun Jual Miras Pertama Kali Ditangkap

Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung, SIK,MH press release penangkapan penjualan minuman keras oplosan, Jumat (13/12)

KiLASMETRO.COM, LAMONGAN – Satuan Reserse Kriminal (Satrekrim) Polres Lamongan berhasil mengamankan dua warga Kecamatan Glagah diduga menjual, menawarkan dan membagikan minuman keras yang membahayakan kesehatan atau jiwa hingga berakibat kematian dan ditetapkan sebagai tersangka.  

Sepak terjang kedua tersangka yang telah menjual miras sudah empat tahun lamanya baru tertangkap dipenghujung tahun 2019. Mereka merupakan warga Dusun Sukorejo, Desa Margoanyar, Kecamatan Glagah, Lamongan yakni SU (49) dan MS (54).

“Kedua tersangka baru pertama kali diamankan Polisi.  Untuk SU diamankan dengan barang bukti (BB) 156 botol miras (minuman keras) jenis arak, 72 botol miras jenis bir hitam Guiness, 224 botol miras jenis bir putih Bintang, 50 botol minuman suplemen merk M-150. Sedangkan MS dengan barang bukti 1 botol berisi sisa miras oplosan, 48 botol miras jenis arak, 96 botol miras jenis bir hitam Guiness, 224 botol miras jenis bir putih Bintang dan 60 botol minuman suplemen M-150”, ungkap Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung, S.IK, M.H, Jumat (13/12).

AKBP Feby mengatakan, bahwa kedua warga Desa  Margoayar tersebut memperoleh arak berasal dari wilayah Deket, Lamongan. “Untuk saat ini masih kita kembangkan, apakah ada tempat produksinya atau yang bersangkutan hanya mendistribusikan dari tempat lain. Ini masih dalam taraf penyelidikan dan pengembangan”, jelasnya.

Mereka yang bertetanggaan namun berbeda gang tersebut, Feby panggilan AKBP Feby DP Hutagalung  menyampaikan, menjual minuman arak, minuman suplemen dan bir bintang tidak memliki ijin kaitannya dengan penjualan minuman-minuman tersebut.

“Dari kedua orang yang kita lakukan penangkapan hari ini,  kita terapkan pasal 204 ayat 1 KUHP atau pasal 140 jo pasal 146 UU RI No. 18 tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman hukuman lima belas tahun penjara dan seumur hidup”, terangnya.

Jadi untuk tindak lanjut yang sudah pihaknya lakukan terkait perkara ini. Pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih dalam. “Tetapi diluar itu kita sudah memerintahkan ke jajaran untuk  terus melakukan kajian miras. Memang selama ini sudah kita lakukan tapi ada beberapa tempat yang belum tersentuh dan dari hasil temuan ini. Tentunya kita harus lebih menelisik  lebih mendalam kembali lokasi-lokasi yang diduga peredaran miras yang lebih besar”, pungkasnya. (huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan