Karena Kinerja Ini, Polres Lamongan Berhasil Ungkap Jaringan Peredarannya

Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung saat press release ungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu dan obat terlarang jenis pil double L, Rabu (18/12) sore.

KiLASMETRO.COM,LAMONGAN – Keberhasilan Polres Lamongan mengungkap peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang tak lepas dari kinerjanya dalam memetakan dan mengklasifikasikan wilayah hukum Kabupaten Lamongan.

Bahkan dipenghujung tahun 2019 Satrenarkoba Polres Lamongan kembali berhasil mengungkap kasus narkotika jenis sabu dan obat terlarang jenis pil double L, hal ini disampaikan Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung saat press release, Rabu (18/12) sore.

“Dari 27 kecamatan di Kabupaten Lamongan, pastinya ada pemetaan dan klasifikasi daerah-daerah tertentu yang memang kita masukkan zona rawan peredaran narkotika. Sehingga dari delapan perkara yang dikembangkan mulai tanggal 8 Desember sampai dengan 16 Desember kemarin. Kita berhasil menangkap sembilan tersangka”, ungkap AKBP Feby DP HUtagalung kepada sejumlah awak media.

AKBP Feby menjelaskan, dari sembilan tersangka tersebut diantaranya HA (30), warga Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, MAM (24), warga Kecamatan Karangbinangun, Lamongan, MI (25), warga Kecamatan Montong, Tuban, SIS (45) warga Rejosari Deket Lamongan, HP (43) warga Sungegeneng, Sekaran Lamongan dan FS (25) warga Putatbangah Karangbinangun Lamongan, AH (35), warga Brangsi, Laren Lamongan.

Sepuluh tersangka jaringan kasus peredaran narkotika jenis sabu dan obat terlarang jenis pil double L.

“Untuk tersangka AS (33) warga Sukomulyo Lamongan berhasil kami amankan dari pengembangan tertangkapnya ERF (35), warga Sukomulyo Lamongan. Sedangkan untuk satu tersangka lain dengan inisial RU (41) warga Pelang, Kecamatan Kembangbahu yang sempat melarikan diri atau DPO di tahun 2018 sudah kita lakukan penangkapan dan kasusnya diproses lebih lanjut”, ujarnya.

Lebih lanjut, Perwira Polisi dengan pangkat dua melati dipundaknya menambahkan, terdapat satu tersangka lagi yang telah dititipkan di Lapas dikarenakan kapasitas sel tahanan Polres Lamongan maksimal 10 orang. “Tersangka tersebut berinisial JM (59), warga Beru, Kecamatan Sarirejo, Lamongan”, paparnya.

Dari tangan tersangka, Kapolres Lamongan memaparkan, diamankan barang bukti (BB) berupa narkotika jenis sabu seberat 10,04 gram dan obat terlarang jenis pil double L sebanyak 80 butir, handphone 13 buah, sepeda motor 3 unit, mobil 1 unit, timbangan digital 2 buah, alat hisap 1 buah dan uang tunai Rp. 8.430.000,-.

“Untuk tersangka dengan barang bukti berupa sabu kami jerat UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika pasal 112 dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara dan denda Rp. 8 Milyar. Sedangkan untuk double L terapkan UU tentang Kesehatan No. 36 tahun 2009 yaitu di pasal 106 ayat 1 dengan pidana penjara 15 tahun dan denda Rp. 1,5 Milyar”, tegasnya.

Dia juga menyampaikan, dalam acara Apel Gelar Pasukan besok Kamis (19/12)  , pihaknya akan melaksanakan pemusnahan barang bukti narkotika dan obat terlarang.  “Besok kita akan musnahkan barang bukti hasil dari pada undercover selama tahun 2019, ada sabu sekitar 60,35 gram, ganja 10 gram,  pil jenis karnopen sebanyak 1.400 butir, double L 1.530 butir dan pil dextro 1.600 butir”, pungkasnya. (huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan