Miliki Senpi Setara Roger Mini dan M-16, Dua Warga Lamongan Diringkus Polisi

Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung didampingi Kasat Reskrim AKP Wahyu Norman Hidayat saat press release ungkap kepemilikan senjata api ilegal dan atau rakitan, Jumat (27/12) siang.

KiLASMETRO.COM, LAMONGAN – Tim Jaka Tingkir Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lamongan terpaksa meringkus dan menetapkan sebagai tersangka WA (40) warga Dusun Waton, Desa Mantup, Kecamatan Mantup Lamongan karena diduga memiliki dan menyimpan senjata api (senpi) laras panjang rakitan setara Roger Mini dan M-16.

Selain WA, petugas juga mengamankan tersangka lainnya, yakni GU (30) warga Dusun Bulurejo, Desa Gempolmanis, Kecamatan Sambeng Lamongan yang berperan sebagai perantara saat pembelian senjata illegal dari  BGS warga Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik.

“Kita berhasil mengungkap kasus kepemilikan senjata api illegal maupun rakitan dan mengamankan tersangka beserta barang bukti itu berawal adanya informasi dari masyarakat”, kata Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung kepada awak media saat press release di Mapolres Lamongan, Jum’at (27/12) siang.

AKBP Feby mengatakan, senjata api laras panjang rakitan tersebut setara dengan senpi organik milik Polri yakni Roger Mini dan M-16 milik TNI. Dan hasil penulusuran ternyata diperoleh fakta bahwa senpi tersebut dikuasai oleh kedua tersangka yang merupakan warga sipil, disimpan dan digunakan untuk kegiatan berburu. “Tetapi ini masih kita kembangkan terus apakah hanya untuk berburu babi hutan atau ada penggunaan lainnya”, ujarnya.

GU dan WA saat dgiring ke Polres Lamongan atas kepemilikan senjata api laras panjang rakitan dan atau ilegal.

Awalnya senjata ini dalam penguasaan GU, Kapolres Lamongan menjelaskan, ternyata setelah ditelusuri dari tertangkapnya GU ternyata senjata berasal dari WA yang memperoleh dan atau membeli dari GU seharaga  Rp. 3 juta. “Dari pengakuan WA, senpi tersebut diperoleh dan dipinjamkan kepada GU. Yang pasti hasil informasi yang kita peroleh ada transaksi atas kepemilikan senpi laras panjang rakitan tersebut”, paparnya.

Menurutnya, senjata laras panjang rakitan tersebut bukan kategori senjata organik baik TNI maupun Polri ataupun senjata yang dikeluarkan oleh Perbakin meski peluru yang digunakan kaliber 5,56 mm. Dari hasil penyelidikan perkiraan senjata ini dibuat di daerah Gresik.

“Setelah kita kembangkan dan melakukan pengecekan di lokasi, ternyata bengkel pembuatan senjata rakitan sudah pindah atau tidak terdeteksi. Tetapi kita masih terus kembangkan asal usul senjata ini karena ada produsennya. Dan tidak menutup kemungkinan bukan hanya satu senjata ini saja hasil produksinya mungkin masih banyak senjata lain”, terang Perwira Polisi berpangkat dua melati dipundaknya.

Lebih lanjut, AKBP Feby menambahkan, petugas mengamankan GU dan WA beserta barang bukti berupa 1 (satu) pucuk senjata api laras panjang rakitan, 7 (tujuh) amunisi aktif dengan kaliber 5,56 mm, 5 (lima) buah proyektil, 271 (dua ratus tujuh puluh satu) selongsong peluru kaliber 5.56 mm, 37 (tiga puluh tujuh) selongsong peluru kaliber 3.08mm, 6 (enam) selongsong peluru ukuran 7.62 mm dan 2 (dua) alat pembersih senapan.

Sesuai pengakuan GU bahwa peluru tersebut diperoleh dari rekan Perbakin, AKBP menyatakan, akan memanggil rekan dari Perbakin. “Jika memang benar peluru tersebut dari rekan Perbakin, maka kita akan memanggil mereka. Karena tidak boleh sembarangan memberikan peluru yang seharusnya hanya digunakan untuk olah raga”, tegasnya.

Kini kedua tersangka GU dan WA harus mendekam di sel tahanan Polres Lamongan sembari menunggu proses persidangan di Pengadilan. “Terhadap kejahatan atau tindak pidana kepemilikan senjata api yang menggunakan peluru tajam ini, kami terapkan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No. 12 tahun 1951 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara”, tandasnya.

Sementara, WA mengakui dihadapan Polisi dan awak media bahwa senjata dengan peluru berkaliber 5,56 mm tersebut berasal dari hasil pembelian.”Saya membeli senjata api tersebut seharga Rp.3 juta dari GU, sedangkan GU memperoleh dari temannya. Kemudian senjata tersebut saya pinjamkan kepada GU dan digunakan untuk berburu babi”, pungkas WA.

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan