Berbekal Tang Modif, Komplotan Pencuri Ini Gasak Motor Di 30 TKP

Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung menunjukkan barang bukti tang yang digunakan FH untuk mencuri di 30 TKP, Senin (30/12).

KiLASMETRO.COM, LAMONGAN – Tim Jaka Tingkir Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres kembali berhasil membekuk 4 (empat) orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Namun pencurian kali ini dilakukan oleh komplotan tersangka tersebut di 30 (tiga puluh) tempat kejadian perkara (TKP) selama kurang lebih setahun. Hal ini disampaikan oleh Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung, S.IK, M.H kepada sejumlah awak media di Mapolres Lamongan, Senin (30/12) sore.

Keempat tersangka saat digiring ke Polres Lamongan.

“Kasus pencurian kendaraan bermotor di 30 TKP yang dilakukan oleh 4 (empat) orang selama kurang lebih setahun berhasil terungkap karena mengembangkan dari kejadian tanggal 05 Desember 2019 di TKP Jalan Suwoko Tlogoanyar di depan warung kopi”, ungkap AKBP AKBP Feby DP Hutagalung, S.IK, M.H.

Di TKP tersebut, Feby panggilan AKBP Feby DP Hutagalung, S.IK, M.H mengatakan, Tim Jaka Tingkir berhasil menangkap salah satu tersangka yakni FH (34) warga Dusun Bangsri, Desa Kedungsari, Kecamatan Kembangbahu Lamongan dan spesialis memetik kendaraan roda dua dengan menggunakan peralatan tang yang dimodifikasi.   

“Dari penangkapan tersebut kemudian kami kembangkan, sehingga berhasil menangkap 3 (tiga) tersangka lainnya yakni IS (20) warga Desa Baturasang Empat, Kecamatan Tambelangan Sampang berdomisili di Jalan Geneng Desa Brondong Kecamatan Brondong Lamongan, HI (28), warga Desa Tegalsari, Kecamatan Brondong Lamongan, ED (30), warga Desa Keben, Kecamatan Turi Lamongan”, terangnya.

Feby juga menjelaskan, dari keempat tersangka tersebut dalam melancarkan tindak pidana pencurian bermotor di 30 TKP memiliki peran yang berbeda.  “Jadi mereka ini memiliki peran masing-masing. Untuk FH sebagai pemetik, sedangkan tiga tersangka lainnya sebagai pelaksana joki lapangan”, jelasnya.

Sementara dari 3 (tiga) Laporan Polisi yang terdata di Polres Lamongan, Kapolres Lamongan menyampaikan, berdasarkan hasil pengembangan dan pemeriksaan dari pada para tersangka ada 30 TKP dengan kota yang berbeda. “Dari pengakuan para tersangka di wilayah Kabupaten Lamongan ada 22 TKP,  di Kabupaten Gresik ada 7 TKP dan di wilayah Kabupaten Tuban ada 1 TKP. Sehingga bisa kami duga ada 30 kendaraan roda dua hasil dari pada kejahatan curanmornya yang harus kami cari”, papar Perwira Polisi yang berpangkat melati dua dipundaknya.  

Tetapi sekarang pihaknya baru menemukan 8 (delapan) unit kendaraan bermotor, dimana 4 (empat) ditemukan di rumah tersangka sedangkan 2 (dua) yang digunakan sebagai sarana dan 2 (dua) lagi dari pada hasil kejahatan. Dan mereka menjualnya ke penadah masih dil wilayah hukum Lamongan yakni Kecamatan Brondong.

“Dan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, keempat tersangka kami terapkan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara”, tandasnya

Tersangka FH mempraktekkan cara mencuri kendaraan dengan menggunakan tang yang sudah dimodifikasi, Senin (30/12) sore.

Sementara, FH salah satu tersangka yang berperan sebagai pemetik mengakui dihadapan petugas Kepolisian Resort Lamongan dan awak media bahwa selama setahun mencuri 30 unit kendaraan.

“Di tiga puluh TKP saya dapatnya segitu dengan menggunakan tang yang saya modifikasi. Satu unit motor saya jual seharga Rp. 1,1 juta. Dan sebagian ada yang saya pergunakan untuk membeli ayam jago aduan per ekornya seharga Rp. 350 ribu”,  pungkas FH. (huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan