Potensi Bencana Beragam Seluruh Unsur Satgas Tetap Siaga Dan Terkoordinir

Bupati Lamongan Fadeli saat meninjau kesiapan seluruh unsur Satgas Penanggulangan Bencana saat Apel Kesiapsiagaan Bencana di halaman Dinas Sosial Lamongan, Jumat (03/12)/

LAMONGAN, kilasmetro.com – Bupati Lamongan Fadeli menegaskan kepada seluruh unsur dalam Satgas Penanggulangan Bencana harus tetap siaga dan terkoodinir, meski tidak ada bencana alam sampai dengan waktu yang tidak ditentukan.

Hal ini disampaikannya saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana wilayah Kabupaten Lamongan di halaman Dinas Sosial yang diikuti unsur TNI, unsur Kepolisian, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Kesehatan, PMI, TAGANA, Relawan Penanggulangan Bencana, Panter PSHT serta Pramuka, Jumat (03/01).

Kesiapsiagaan ini menurutnya penting ditunjukkan, karena Lamongan memiliki karakteristik wilayah Lamongan yang beragam dengan potensi bencana yang beragam pula.

Apel Kesiapsiagaan Bencana di Halaman Dinas Sosial Lamongan.

“Lamongan memiliki karakteristik wilayah yang berbeda. Pertama wilayah utara yakni Brondong dan Paciran yang merupakan wilayah pesisir dengan panjang pantai 47 km , mempunyai resiko bencana banjir rob, erosi pantai dan juga kekurangan air bersih”, ujar Fadeli.

Di wilayah tengah, kata Bupati Lamongan, terdapat Kecamatan Sekaran, Maduran, Laren, Karanggeneng, Kalitengah dan Glagah dilalui oleh Sungai Bengawan Solo sepanjang  68 km yang merupakan dataran rendah yang disebut dengan Bengawan Jeroh memiliki resiko bencana banjir dan  tanggul yang jebol.

Selain itu dia juga menambahkan, wilayah selatan yakni Kecamatan Mantup, Ngimbang, Sambeng, Kedungpring, Sugio dan sekitar termasuk dataran tinggi dan hutan dengan resiko bencana tanah longsor.

“Melihat karakteristik tersebut kami terus waspada dan mengantisipasi segala resiko bencana. Apalagi Jawa Timur telah menetapkan darurat bencana, dan hidrometeorologis hujan deras yang disertai dengan angin kencang ,banjir dan longsor”, terangnya.

Di sepanjang Sungai Bengawan Solo, ada 16 titik tanggul yang rawan jebol, ada 4 titik yang kritis seperti di Desa Kalitengah Kecamatan Kalitengah, Desa Sugihwaras Kecamatan Kalitengah, Desa Karanggeneng Kecamatan Karanggeneng dan Desa Sumberwudi Kecamatan Karanggeneng.

Dan titik saat ini di Desa Sumberwudi dan Desa Karanggeneng sudah tertangani dengan pemadatan tanggul sedangkan di dua desa di wilayah Kecamatan Kalitengah masih dalam proses pengerjaan.

“Oleh karena itu kita semua harus meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana. Kesiapsiagaan ini dilakukan dengan pengintegrasian penanggulangan bencana antar instansi dalam satu komando, di posko ini”, katanya.

Seluruh sarana penanggulangan bencana yang dihadirkan dalam apel ditinjau dan diujicoba oleh Fadeli. “Saya ingin memastikan semuanya siap”, tandasnya.

Bupati Lamongan Fadeli melakukan pengecekan peralatan dan logistik untuk Satgas Penanggulangan Bencana, Jumat (03/01) sore.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Yuhronur Efendi selaku Ketua Eksoffisio menjelaskan, bahwa BPBD Kabupaten Lamongan telah menyiapkan peralatan. “Kendaraan roda empat terdapat 11 unit, dengan rincian 5 unit mobil tangki air, 2 ranger , 3 kendaraan operasional dan 1 kendaraan operasional lainnya. Sedangkan kendaraan roda dua  ada 16 Unit, perahu karet 7 unit, motor perahu, radio, HT ,tenda, senso yang berada di 27 kecamatan”, ungkapnya.

Untuk persiapan logistik, Yuhronur Effendi menyampaikan, peralatan senam 3 unit, stock perbelanjaan atau perbanjiran, stock makanan, gedek guling, bongkotan, sak glangsing, terpal, sembako dan disiapkan rumah. “Tak hanya itu kami juga menyiapkan excavator sebanyak 27 unit”, pungkasnya. (huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan