Fadeli : Alfira Tidak Terdaftar 230 Anak Stunting, Petugas Puskesmas Harus Aktif

Bupati Lamongan Fadeli usai menjenguk Meilani Alfira Damayanti di ruang anggrek RSUD Dr Soegiri Lamongan, Selasa (14/01).

LAMONGAN, kilasmetro.com – Bupati Lamongan mengharapkan masyarakat, Kepala Desa, Camat dan petugas-petugas Puskesmas turut aktif dalam menyampaikan data penderita gizi buruk yang ada di wilayahnya. Agar target zero stunting di tahun 2020 bisa terwujud, seperti yang pernah disampaikannya.

Hal itu ditegaskannya usai menjenguk Meilani Alfira Damayanti (2) anak dari Dwi Novita (28) warga Desa Latukan, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan yang sudah tiga hari dirawat di RSUD Dr Soegiri Lamongan karena mengalami gizi buruk dengan skala sepsis. 

“Kepada masyarakat, Kepala Desa, Pak Camat, petugas Puskesmas, ojo nganti kelewatan (red_jangan sampai terlewatkan). Karena sesuai yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan terdapat 230 anak, yang tidak terdaftar seperti ini (red_ Meilani Alfira Damayanti). Saya harapkan petugas-petugas kita harus aktif”, ujar Fadeli kepada sejumlah awak media di ruang Anggrek RSUD Dr Soegiri Lamongan.

Terlepas dari itu, Fadeli juga mengucapkan terima kasih kepada rekan media karena masih diingatkan. Dia berharap jangan sampai ada anak-anak di Lamongan terkena gizi buruk. “Jumlah penderita gizi buruk di Lamongan sejumlah 230 anak atau 0,34 persen masih dibawahnya Provinsi Jawa Timur”, kataya.

Fadeli mengimbau kepada warga Lamonan yang anggota keluarganya mengalami gizi buruk untuk segera membawanya ke tempat puskesmas. Hal itu, menurutnya, dapat mempercepat penanganan terhadap si penderita gizi buruk.

“Sepeti kasusnya mbak Alfi (panggilan Meilani Alfira Damayanti) ini, kita cukup prihatin. Menurut saya terlambat membawanya ke rumah sakit atau Puskesmas, itu terlambat. Jadi jangan sampai terlambat begitu, baru dibawa ke rumah sakit”, terangnya.

Meilani Alfira Damayanti (2) anak dari Dwi Novita (28) warga Desa Latukan, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan digendong Camat Karanggeneng, Selasa (14/01).

Terkait penanganan pasien gizi buruk, Fadeli meminta kepada para dokter di rumah sakit agar penanganannya yang lebih khusus, begitu juga terhadap masalah pembiayaan.

“Meski Alfira sudah memiliki BPJS, semuanya harus digratiskan dan dikhususkan jadi tidak hanya sekedar gratis.  Kalau gratis ya sudah, penanganan normatif ya sudah. Saya minta ada penanganan khusus. Itu yang disampaikan pak dokter, saya dokter yang ada disini juga terus maksimal. Setiap saat terus ada perkembangan-perkembangan pengobatannya dan mudah-mudahan secepatnya terus kembali kondisi fisiknya”, tandasnya.

Sementara, Direktur RSUD Dr Soegiri Lamongan dr. Moch Chaidir Annas menyampaikan, bahwa pihaknya menyiapkan tim khusus untuk menangani balita yang baru berumur dua tahun tersebut karena mengalami gizi buruk.

“Kami telah menyiapkan tim khusus, diantaranya dokter spesial anak dan juga ahli gizi. Dengan tujuan agar kondisi fisik Alfira bisa kembali pulih”, pungkasnya. (huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan