Optimalkan Posyandu Sebagai Upaya Menekan Angka Gizi Buruk Balita Desa Gambuhan

Kegiatan Posyandu Anyelir di Balai Desa Gambuhan, Rabu (15/01)

LAMONGAN, kilasmetro.com – Pemerintahan Desa (Pemdes) Gambuhan, Kecamatan Kalitengah, Lamongan terus mengoptimalkan penekanan angka balita dalam kondisi gagal pertumbuhan akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama dengan melaksanakan Posyandu bayi dan ibu hamil secara rutin setiap bulan.

Hal ini dibuktikan dengan sumber data yang diperoleh awak media di Puksesmas Kalitengah, bahwa balita di BGM (bawah garis merah) sesuai KMS (Kartu Menuju Sehat) yang merupakan warga Desa Gambuhan tercatat 2 (dua) anak.

Kepala Desa Gambuhan Moh, Yasin Fuad mengatakan, pelaksanaan posyandu bayi dan ibu hamil secara rutin tiap bulan dengan tujuan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi serta percepatan penurunan angka balita gizi buruk melalui pemberdayaan masyarakat.

“Dilaksanakan program posyandu ini setiap bulan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Desa Gambuhan khusus bayi dan ibu hamil sebagai deteksi dini sehingga tidak jatuh pada permasalahan balita mengalami gizi buruk yang berakibat stunting”, ujar Yasin panggilan Moh. Yasin Fuad, Rabu (15/01).

Menurutnya, para kader Posyandu Anyelir (red_nama posyandu di Desa Gambuhan) selama ini antusias melakukan pemeriksaan perkembangan balita  mulai dari penimbangan , ketinggihan badan dan pemberihan tambahan gizi.

“Kami berharap pelaksanaan posyandu ini, menjadi bagian peran serta pemerintah desa untuk selalu aktif dalam menekan angka stunting yang ada di Kabupaten Lamongan”, tegasnya.

Sementara, Bidan Desa selaku perwakilan dari Puskesmas Kalitengah Listiani menjelaskan, posyandu ini dilaksanakan secara rutin setiap bulan untuk memantau perkembangan dan pertumbuhan bayi serta kesehatan bagi ibu hamil. “Setiap satu bulan sekali kami laksanakan di dua tempat desa ini, yakni Posyandu Anyelir I dan Posyandu Anyelir II”, kata Listiani.

Dua balita yang mengalami penurunan gizi

Lebih lanjut, Listiani menjelaskan, khusus bayi yang dideteksi mengalami gangguan pertumbuhan tentunya segera ditindaklanjuti melalui rujukan ke fasilitas kesehatan Puskesmas/rumah sakit, dan diberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

“PMT setiap bulan selalu ganti-ganti, untuk bulan pertama ini soto ceker sama sayur ditambah roti bagi balita yang sudah mengalami kenaikan. Sedangkan balita yang tidak naik berat maupun tinggi badannya tiga kali akan mendapatkan susu dan roti tambahan”, ucapnya.

Menurutnya, terdapat faktor kesibukan dan ketidaktahuan orang tua terkait kegiatan posyandu akan menjadi salah satu penyebab kurang minatnya orang tua bayi.

“Oleh karena itu kami sangat mengharapkan kesadaran orang tua bayi dan ibu hamil agar bisa hadir pada kegiatan posyandu. Karena kegiatan posyandu merupakan salah upaya pencegahan stunting pada masa balita”, pungkasnya. (tris/huda/amrullah).  

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan