Dugaan Tanda Tangannya Dipalsukan, Fatoni Lapor Polisi

Fatoni usai melaporkan adanya dugaan pemalsuan tanda tangan ke Polres Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (18/01)

LUMAJANG, kilasmetro.com – Merasa dirugikan, Direktur CV. Panca Abadi Karya (PAK)  Fatoni bersama penasehat hukumnya mendatangi Polres Lumajang, Jawa timur untuk melaporkan kasus penyerobatan lahan tambang serta pemalsuan tandatangan yang dialaminya, Sabtu (18/01) siang.

Hal ini dilakukan oleh Fatoni, bermula ketika dia mendatangani lahan tambang yang menurutnya ijin tambang yang diperolehnya belum pernah dilakukan perubahan. Selain itu sampai dengan dilaporkannya kejadian ini ke pihak aparat penegak hukum (APH), dia belum pernah melakukan penambangan di lokasi tersebut. Namun kenyataannya berbeda saat dia mendatangani lokasi lahan tambang.

“Saya merasa kaget saat mendatangi lahan tambang yang berada di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, karena ternyata di lahan tersebut sudah ada orang lain yang menambang. Padahal Sejak ijin tambang diperoleh sampai sekarang saya belum pernah melakukan penambangan. Jadi saya menduga terjadi penyerobotan lahan tambang dilakukan oleh orang tersebut”, ujar Fatoni kepada sejumlah awak media.

Fatoni di hadapan awak media, usai melaporkan adanya dugaan pemalsuan tanda tangannya.

Selain itu, Fatoni mengungkapkan, bahwa terjadinya dugaan penyerobotan lahan tambang tersebut menurutnya juga terkait adanya perubahan akta CV Panca Abadi Karya. Dimana dalam akta pertama Fatoni sebagai Direktur, sedangkan pada akta perubahan tertanggal 15 April 2019  jabatan Direktur berubah kepada F.        

“Sejak berdirinya CV. Panca Abadi Karya, sebagai Direktur belum pernah dan atau merasa menandatangani akta perubahan. Namun tiba-tiba muncul akta perubahan yang menggantikan saya sebagai Direktur yakni F”, terangnya.

Mengetahui lokasi tambangnya dikuasai orang lain, Fatoni mengaku sudah menjalin komunikasi dengan F, namun sampai saat ini komunikasi tersebut menemui jalan buntu.

“Komunikasi kami menemui jalan buntu. Kerugian kami diperkirakan mencapai Rp 1 Milyar, karena sudah cukup lama ditambang oleh pihak lain yang mengaku bekerjasama dengan F”, ujarnya.

Dalam melaporkan penyerobotan ini, Fatoni membawa bukti akta CV yang sebelumnya dibuat pada tanggal 20 Januari 2016 dengan Direktur atas nama Fatoni, dan akta perubahan tertanggal 15 April 2019, Fatoni tidak lagi menjabat sebagai direktur. F yang dilaporkan dalam kasus ini menjadi direktur pada akta CV yang baru.

“Saya tidak tahu kok bisa berubah, saya tidak menandatangani akta perubahan ini. F memang salah satu comanditer dalam akta CV Panca Abadi Karya”, papar Fatoni dengan mimik wajah serius.

Di Polres Lumajang Fatoni yang ditemai penasehat hukumnya diterima oleh petugas piket di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK). “Nanti kalau sudah keluar berkas laporannya saya akan kabari teman-teman,” pungkasnya. (ria)

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan