Kesulitan Pupuk Subsidi, Ribuan Petani Tambak di Lamongan “Geruduk” Bupati

LAMONGAN, kilasmetro.com – Kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, sebanyak 9500 petani tambak yang membudidaya ikan tawar dari 8 Kecamatan di Lamongan berunjukrasa mendatangi Kantor DPRD dan Kantor Bupati Lamongan.

Mereka menolak Permentan Nomor 1 Tahun 2020 yang yang telah menghapus kebutuhan pupuk bersubsidi pada sektor budidaya ikan. Sebab, dengan berlakunya Permentan tersebut membuat petani kelimpungan memperoleh pupuk bersubsidi.

“Kami mendesak pemerintah segera merevisi peraturan yang tidak berpihak kepada para petani tambak”, orasi Korlap aksi Yusuf Fadli, di depan kantor DPRD Lamongan.

Petani tambak menuju kantor Bupati Lamongan

Menurutnya, kebutuhan akan pupuk bagi para petani tambak pembudidaya ikan tawar saat ini sangat mendesak sekali, setelah menabur benih ikan saat memasuki musim penghujan beberapa pekan lalu.

“Makanya kami butuh pupuk segera, dan meminta agar kuota pupuk bersubsidi dikembalikan semula seperti tahun 2019. Karena, untuk beli pupuk non-subsidi terlalu berat bagi petani tambak”, katanya.

Tak lama berorasi, Ribuan massa akhirnya ditemui oleh Ketua DPRD Lamongan, Abdul Ghofur. Di hadapan para petani tambak tersebut Abdul Ghofur menyampaikan jika aspirasi dan keluhan para petani tambak saat ini sudah diupayakan solusi yang terbaik bersama Pemkab Lamongan.

“Kami mengerti apa yang dikeluhkan para petani tambak sekarang, karena saya juga keluarga petani tambak. Jadi kami dengan Pemkab Lamongan sedang mengupayakan solusi yang terbaik”, kata Politisi PKB tersebut saat menemui massa. (bha/huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan