Ketua DPRD Lamongan “Disandera” Petani Tambak

LAMONGAN, kilasmetro.com – Meski para pengunjukrasa sudah bertemu dan mendapatkan jawaban langsung dari Ketua DPRD Lamongan, Abdul Ghofur, ternyata tidak membuat para petani tambak di Lamongan menghentikan aksinya.

Namun, ribuan petani tambak yang tidak puas dengan jawaban dari wakil rakyat tersebut, mereka justru memaksa Abdul Ghofur, Ketua DPRD Lamongan mengikuti aksinya menemui Bupati Lamongan.

“Ketua tak sandera, tak pekso tak ajak mlaku nemui Bupati bareng-bareng”, kata Yusuf Fadli sambil memberikan komando bergerak menuju kantor Bupati Lamongan.

Dengan pengawalan dari petugas keamanan dari Kepolisian dan Satpol PP Lamongan, Ketua DPRD Lamongan yang diapit para petani tambak berjalan kaki menuju kantor Bupati Lamongan.

Sesampainya di Kantor Bupati Lamongan, ribuan massa meminta Bupati Lamongan kembali berorasi dan meminta Bupati menemuinya langsung dan memberikan solusi para petani tambak di Lamongan.

“Bupati harus keluar dan temui kami, Bupati harus memberikan solusi kepada kami petani tambak”, kata Yusuf yang diikuti gemuruh sorak para pengunjukrasa.

Namun setelah negosiasi pihak keamanan dari Polres Lamongan yang mengawal jalannya unjukrasa para petani tambak, akhirnya perwakilan para petani tambak dari 8 Kecamatan yang ada diijinkan masuk dan bertemu Bupati Lamongan, Fadeli.

“Dari hasil laporan yang masuk koordinator aksi ada sekitar 9500 orang petani tambak yang ikut turun aksi. Ada dari Kecamatan, Turi, Glagah, Karangbinangun, Deket, Lamongan, Karanggeneng, Kalitengah, dan Laren”, ungkapnya. (bha/huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan