Gegara Janji Gandakan Uang, Warga Lamongan Ini Ditangkap Polisi

AKBP Harun saat press release ungkap kasus tipu gelap penggandaan uang yang dilakukan AG (38), warga Desa Gempoltukmloko, Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan, Senin (17/02).

kilasmetro,com, LAMONGAN – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lamongan berhasil menangkap tersangka AG (38) warga Desa Gempoltukmloko, Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan yang diduga telah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan modus menggandakan uang hingga ratusan juta.

“Tersangka AG yang kesehariannya bekerja sebagai buruh tani tersebut, menjanjikan bisa menggandakan uang sekarung kepada korban UW (26), warga Desa Sukobendu, Kecamatan Mantup, Lamongan ”, ungkap Kapolres Lamongan AKBP Harun kepada sejumlah awak media saat press release, Senin (17/2).

Namun, lanjut Harun, karung yang diberikan hanya boleh dibuka setelah 40 hari, karena harus menjalani ritual terlebih dahulu, termasuk membeli burung gagak dan cicak rowo sebagai syarat.

“Akan tetapi saat dibuka ternyata isi dalam karung tersebut bukan uang melainkan daun pisang yang sudah mongering dan uang ratusan juta yang dijanjikan tersangka pun tak kunjung dating”, ujarnya.

Harun mengatakan, karena korban telah mengalami penipuan hingga sebesar Rp. 450 juta, kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polres Lamongan. “Kami berhasil menangkap tersangka saat bersembunyi di wilayah Tulungagung”, katanya.    

Harun menjelaskan aksi penipuan itu terjadi saat korban bertemu dengan salah seorang teman lamanya. Saat itu korban berkeinginan untuk mempunyai uang banyak. Kemudian pada tahun 2019 lalu, UW diperkenalkan kepada tersangka.

“Setelah berkenalan dengan AG, korban diberikan 5 butir berlian, namun korban terlebih dahulu dimintai uang sebesar Rp 5 juta sebagai mahar”, jelas mantan penyidik KPK tersebut.

Namun, sambung Harun, saat diketahui ternyata berlian yang diberikan AG palsu, korban akhirnya mengembalikan berlian tersebut kepada tersangka. Saat dikembalikan tersangka mengaku akan menyempurnakan berlian tersebut sambil memberikan lempengan emas 10 biji.

“Kemudian korban ketika itu kembali dimintai uang sebesar Rp.21 juta, dan lagi-lagi korban membawa barang palsu. Hal itu diketahuinya saat membawa emas tersebut ke pegadaian”, terangnya.

Dari tangan tersangka polisi telah mengamankan barang bukti berupa dua buah keris pusaka, satu samurai, giok hijau dan benda-benda pusaka lainnya. Tak hanya itu, pihak Polres Lamongan juga masih mengejar satu lagi pelaku yang kabur ke Jawa Barat berinisial AY.

“Dan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersangka, kami dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dan pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.”, pungkasnya. (huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan