16 Budak Narkoba Dan Obat Terlarang Dibekuk Polisi, Dua Diantaranya Jaringan Lama

Kapolres Lamongan AKBP Harun didampingi Kasat Narkoba AKP Achmad Khusen dan Kasubag Humas AKP Djoko Bisono saat press release ungkap kasus narkoba dan obat terlarang, Rabu (19/02)

kilasmetro..com, LAMONGAN – Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Lamongan dalam menumpas tindak pidana penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang tak mau main-main, baik penggunaan maupun peredarannya.

Hal ini dibuktikan dengan tertangkapnya 2 (dua) tersangka yakni, AF (29), warga Desa Kemantren, Kecamatan Paciran, Lamongan dan TSP (28), warga Desa Tunggul, Kecamatan Paciran, Lamongan yang merupakan jaringan dari tersangka tindak pidana peredaran sabu yang sebelumnya sudah dilimpahkan.

“Tersangka AF dan TSP adalah salah satu pengedar sabu yang merupakan jaringan dari tersangka BH yang kemarin sudah kita limpahkan. AF dan TSP membeli ataupun mendapatkan sabu selama ini berasal dari BH”, kata Kapolres Lamongan AKBP Harun kepada sejumlah awak media saat press release, Rabu (19/02).

Harun menyampaikan, bahwa informasi ini didapatkan dari BH bahwasanya bersangkutan memiliki 50 gram sabu, diantaranya barang bukti (BB) tersebut di tangan AF dan TSP. Sehingga saat dilakukan penangkapan AF dan TSP, pihaknya mendapati barang bukti berupa sabu.

Tak hanya itu, sambung Harun, selain AF dan TSP dari 9 (sembilan) perkara, Satreskoba Polres Lamongan juga mengamankan tersangka lainnya yang diduga telah mengedarkan narkotika jenis sabu.

“Selain AF dan TSP diantaranya, AW (27), warga Kelurahan Banjarmendalan, Lamongan, MAA (25), warga Desa Sidomukti, Kecamatan Kembangbahu, Lamongan, MRS (25), warga Desa Sidomukti, Kecamatan Kembangbahu, Lamongan, NH (57), warga Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, MHA (29), warga Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir, Surabaya. MNA (27), warga Desa Tunggul, Kecamatan Paciran, Lamongan, BR (24), warga Kelurahan Kalijodan, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, HS (37), warga Desa Sawiji, Kecamatan Jogoroto, Jombang”, ungkap Harun.

16 Tersangka yang diduga telah melakukan tindak pidana mengedarkan narkoba jenis sabu dan obat keras dagtar G, Rabu (19/02)

Sedangkan, lanjut Harun, satu tersangka yang diduga pengedar sabu masih berstatus pelajar yakni, HADP (16), pelajar, warga Kelurahan Mulyorejo, Surabaya Kota. Tak hanya itu, Harun menambahkan, pihaknya juga mengamankan tersangka lain juga diduga mengedarkan Obat keras daftar G jenis pil Trihexyphenidyl dan Obat keras dengan logo “Y”.

“Diantaranya, WAR (44), warga Desa Tunggul, Kecamatan Paciran, Lamongan, RIB (26), warga Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Tuban, MUD (22), warga Desa Sidokumpul, Kecamatan Paciran, Lamongan, FSW (21), warga Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Gresik, MA (26), warga Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Gresik”, terangnya mantan penyidik KPK.

Selama kurang lebih 13 hari, mulai tanggal 06 Februari sampai dengan 19 Februari 2020, Satreskoba Polres Lamongan berhasil mengamankan 16 (enam belas) tersangka yang diduga telah mengedarkan narkoba jenis sabu dan obat-obatan terlarang.

“Dari 16 tersangka, barang bukti (BB) yang kita dapatkan adalah 3,14 gram sabu sabu, 157 butir obat keras daftar G, 60 butir obat keras daftar G dengan logo “Y”, uang tunai sebesar Rp. 1.741.000, 1 unit timbangan digital, 16 handphone berbagai merk, 6 (enam) unit sepeda motor, alat bong, alat hisap dua perangkat, satu korek gas, dua pak plastik kantong,  dan 4 bungkus kosong rokok berbagai merk”, paparnya.  

Atas tindak pidana yang dilakukan oleh tersangka tersebut, Harun menegaskan, untuk tersangka yang diduga pengedar sabu dikenakan Pasal 112 Undang-undang No 35 tahun 2009 terkait dengan narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun maksimal 12 tahun dan kumulatif dengan hukuman hukuman denda 800 juta minimal dan maksimalnya 8 miliar.  

“Sedangkan tersangka yang diduga mengedarkan Obat keras daftar G jenis pil Trihexyphenidyl dan Obat keras dengan logo “Y”, kita kenakan pasal 197 Undang-undang No 36 tahun 2009 terkait dengan kesehatan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun penjara”, pungkasnya. (huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan