Kedapatan Panggul Kayu Jati, Dua Warga Mantup Diamankan Polisi

Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Davit Manurung saat ungkap kasus ilegal logging, Jumat (21/02).

kilasmetro.com, LAMONGAN – MO (60) dan MU (50), warga Dusun Sumbergurit, Desa Sumberdadi, Kecamatan Mantup, Lamongan berhasil diamankan Polres Lamongan karena diduga telah melakukan tindak kejahatan penebangan pohon jati di kawasan hutan negara secara liar.

“Berawal dari patroli anggota kita di lapangan yakni, Polsek Mantup bersama petugas Perhutani, dimana menemukan beberapa batang kayu dengan berbagai ukuran dipanggul oleh dua pria tua tersebut”, kata Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Davit Manurung kepada sejumlah awak media saat press release, Jumat (21/02).

Davit menyampaikan, setelah dilakukan introgasi, MO dan MU mengaku baru pertama kali melakukan penebangan kayu di petak 50i RPH (Resort Polisi Hutan) Babatan wilayah BKPH (Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan) Mantup, Dusun Sumbergurit, Desa Sumberdadi, Kecamatan Mantup, Lamongan bukan untuk dijual melainkan untuk kepentingan pribadi.  

“Proses penebangan 2 (dua) pohon jati tersebut dilakukan kedua tersangka pada tanggal 07 Februari 2020 dini hari tepatnya pukul 03.00 WIB. Sebelum melakukan penebangan, mereka juga sudah mempersiapkan gergaji di lokasi tersebut”. ujarnya.

Dirasa telah terpotong dengan berbagai ukuran bentuk bulat gelondongan, sambung Davit, mereka merencanakan mengambilnya pada pukul 07.30 WIB di hari yang sama. “Disaat itulah mereka, kita amankan bersama petugas Perhutani dengan barang bukti (BB) 2 (satu) batang pohon jati panjang 200 cm diameter 16 cm, 1 (satu) batang pohon jati panjang 170 cm diameter 16 cm, 1 (satu) batang pohon jati panjang 130 cm diameter 16 cm, 1 (satu) batang pohon jati panjang 100 cm diameter 19 cm”, ungkap AKP Davit.  

Terkait tindakan tersebut, lanjut Kasat Reskrim Polres Lamongan, kedua tersangka dijerat pasal 83 Undang-Undang Nomor 18 tahun 2003 tentang pencegahan dan pemberantasan pengrusakan hutan dengan ancaman hukuman minimal 1 tahun paling lama 5 tahun penjara.

“Kita akan mulai yang paling kecil, tidak ada toleransi terhadap apapun mengenai kawasan hutan. Dan ini benar-benar sudah atensi dari tingkat atas baik Mabes Polri, Polda maupun Polres. Kaitan kawasan hutan yang mana benar-benar harus dijaga bersama. Karena dampak dari penebangan tersebut bisa menyebabkan hal-hal yang sangat mengkhawatirkan yaitu banjir dan lain sebagainya”, pungkasnya. (huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan