Mantan Pacar Upload Adegan Mesum di Medsos Diringkus Polisi

Kapolres Lamongan AKBP Harun didampingi KasatreSkrim AKP David Manurung ungkap kasus tindak pidana ITE dan Pornografi, Senin (24/02)

kilasmetro.com, LAMONGAN – Satuan Reserse Kriminal (Satrekrim) Polres Lamongan terpaksa mengamankan seorang pria berinisial MFS alias Iblis warga Dusun Ngablak Desa Kramat Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan karena diduga  mengunggah atau mengupload video persetubuhan dengan mantan pacarnya di media sosial (medsos).

Kapolres Lamongan AKBP Harun, kronologis atau modus operandi yang dilakukan tersangka MFS adalah dengan cara tersangka melakukan hubungan persetubuhan dengan pacarnya yang di rekam menggunakan handphone.

“Karena tersangka marah dengan sang pacar video persetubuhan tersebut diunggah dengan akun facebook milik korban/pelapor HR (24), warga Kecamatan Sambeng, Lamongan dengan menggunakan HP milik tersangka”, kata Kapolres Lamongan AKBP Harun, Senin (24/02).

Selain itu, lanjutnya, tersangka menulis kalimat dibawah video tersebut dengan kata-kata menjelek-jelekan korban.

“Tersangka mengedarkan dan membuat kalimat menjelek-jelekkan korban karena tersangka marah terhadap korban yang saat itu statusnya sebagai pacar tersangka namun korban berhubungan dengan laki-laki lain”, ungkap Harun.

Tersangka MFS  juga mengupload di whatsapp yang isinya memperlihatkan alat kelamin korban  sebanyak dua kali. Salah staunya ditutupi oleh emoji yang satu lagi tidak di tutupi emoji.

Terungkapnya kasus upaload adegan ranjang dan foto bugil  di medsos tersebut tersebut bermula dari laporan korban, kemudian ditindaklanjuti petugas dengan melakukan penyelidikan.

“Tersangka berhasil kita ringkus dan kita bawa ke Polres untuk menjalani proses hukum. Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti untuk mengungkap kasus ini”, urai AKBP Harun.

Harun menegaskan setiap mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang melanggar kesusilaan dan pencemaran nama baik dan atau setiap orang yang memproduksi, membuat, memperbanyak, menyebarkan, menyiarkan, atau menyediakan, atau mempertontonkan, memiliki atau menyimpan produk pornografi sebagaimana dimaksud dalam pasal 45 ayat (1) dan ayat (3) UU RI No 19 th 2016 tentang perubahan atas UU No 11 th 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau pasal 29 atau pasal 32 UU RI No 44 th 2008 tentang Pornografi.

“Ancaman hukumannya minimal 6 bulan dan maksimal 12 tahun kurungan penjara”, pungkas. (amrullah/huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan