Polres Lamongan Damaikan Selisih Faham Murid dan Guru

Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Davit Manurung saat dikonfirmasi sjumlah awak media di ruangannya, Rabu (26/02)

kilasmetro.com, LAMONGAN – Perselisihan faham hingga saling cekcok antara guru dan murid SMA Negeri Paciran yang sempat diunggah dan viral di media sosial berhasil di mediasi Polres Lamongan.

“Kejadian bermula ketika murid kelas XII SMAN Paciran dengan inisial PI ditegur oleh gurunya karena salah masuk kelas pada Selasa (25/02) saat jam pelajaran sekolah sekira pukul 14.00 WIB”, kata Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Davit Manurung kepada sejumlah awak media di ruangannya, Rabu (26/02) sore.

Davit menjelaskan, karena terjadi perselisihan, akibatnya guru dengan inisial AK sempat terpancing emosi dan muridnya juga melakukan perlawanan dengan saling bantah-bantahan atau cekcok diantara mereka.

“Setelah kita lakukan pendalaman terhadap para pihak. Mereka menyadari kesalahannya, baik guru maupun murid. Dengan menghadirkan guru, murid, Kepala Sekolah dan orang tua wali murid di Mapolres Lamongan tepatnya petang (16.30 WIB) tadi mereka sepakat tidak akan membawa permasalahan ini lebih jauh, lebih luas dan sudah membuat surat pernyataan perdamaian”, ujar Kasat Reskrim.

Tak hanya itu saja, sambung Davit, pihak sekolah juga menyadari dan mengakui bahwasanya akan lebih bijak dalam hal mendidik muridnya menenangkan situasi pada saat proses pembelajaran di sekolah.

“Memang kejadian saat itu di dalam kelas. Sehingga temen-temannya lah yang membuat status disalah satu media sosial sehingga video itu tersebar. Jadi kedepan kami menghimbau agar tidak terulang lagi, kiranya bijaklah menggunakan medsos (media sosial). Supaya sewaktu kejadian, tidak simpang siur terkait apa sebenarnya yang terjadi”, pungkasnya. (huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan