“Polisi Sahabat Santri”, Polres Lamongan Kunjungi PP. Matholi’ul Anwar Simo

Wakapolres Lamongan Kompol Dies Ferra Ningtyas, S.I.K saat tanya jawab dengan salah satu santri PP. Matholi’ul Anwar Simo, Kamis (27/02)

kilasmetro.com, LAMONGAN – Polres Lamongan kembali mengunjungi salah satu pondok pesantren yang ada di Kota Soto, dimana sebelumnya bulan Januari lalu di Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Drajat, Desa Banjaranyar, Kecamatan Paciran dengan tujuan untuk mendekatkan Polisi dengan Kiai beserta para santrinya.

Kini giliran Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar Dusun Simo, Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan menerima kedatangan jajaran Polres Lamongan dalam rangka kegiatan Polisi Sahabat Santri, Kamis (27/02).    

Antusias ribuan para santri terlihat saat mereka disuguhi pertanyaan dan diberi kesempatan mempraktekkan beberapa materi tentang lalu lintas, bahkan para santri juga bisa mencoba mengendarai motor yang biasa digunakan oleh anggota Polres Lamongan saat mengadakan pengamanan di jalan raya.

Wakapolres Lamongan, Kompol Dies Ferra Ningtyas, SIK, memberikan, pengarahan kepada para santri yang mengendarai kendaraan bermotor harus mematuhi peraturan lalu lintas yang sudah ditentukan.

“Mematuhi peraturan Lalu Lintas itu jangan hanya takut sama Polisi saja, namun peraturan itu dihadirkan untuk ketertiban dan yang paling utama adalah demi keselamatan kita saat di jalan raya”, kata Kompol Dies Ferra Ningtyas saat memberikan sambutan mewakili Kapolres Lamongan.

Mantan Kapolsek Bubutan, Polrestabes Surabaya tersebut juga memberikan motivasi kepada para santriwati untuk juga bisa menjadi penerusnya sebagai seorang polisi wanita. Apalagi Kapolda Jawa Timur sudah memberikan prioritas kepada para santri yang bisa menghafal Al-qur’an untuk bisa menjadi anggota polisi.

Kegiatan tersebut semakin semarak saat Kanit Dikyasa, Ipda Fatkur mensosialisasikan UU No. 22 Tahun 2002 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pria yang mirip Ladusing salah satu Inspektur Polisi dari Kota Vedas, India dalam serial film kartun Shiva yang pernah tayang di salah satu TV swasta nasional membuat ribuan santri semakin menikmati kegiatan yang digelar di halaman pondok pesantren Matholi’ul Anwar itu.

Zuhara, salah satu santri mengatakan, selama ini mereka sangat takut apabila melihat polisi. Mereka menganggap polisi itu galak, keras dan kejam, akan tetapi setelah mengikuti kegiatan ini mereka membuang anggapan yang selama ini mereka punya. Ternyata polisi itu baik dan menarik dan juga baik hati.

“Mulanya takut kalau ada Polisi, tapi kalau melihat bu Ferra dan Pak Ladusing (Ipda Fatkur), ya gak lah”, ucapnya sembari tersenyum.

Wakapolres Lamongan Kompol Dies Ferra Ningtyas, S.I.K dan Kasat Lantas AKP Danu Anindhito Kuncoro Putro, S.I.K ditengah ribuan santri PP. Matholi’ul Anwar Simo, Kamis (27/02)

Pada kesempatan yang sama, KH. Ahmad Taufik, pengasuh PP. Matholi’ul Anwar Simo mengucapkan terima kasih kepada Polres Lamongan yang melaksanakan kegiatan Polisi Sahabat Santri di PP. Matholi’ul Anwar ini.

“Kami merasa dibantu oleh Polres Lamongan untuk bisa memberikan pemahaman kepada sekitar 4 ribu santri yang bernaung di lembaga pendidikan umum dan agama di lingkungan PP. Matholi’ul Anwar tentang berlalu lintas yang sesuai dengan aturan”,  ungkap Kyai Taufik.

Kegiatan yang diikuti oleh siswa MI, MTs, SMP dan MA di lingkungan PP. Matholi’ul Anwar tersebut selain dihadiri oleh Wakapolres Lamongan, Kompol Dies Ferra Ningtyas, S.I.K, dan Kanit Dikyasa, Ipda Fatkur juga dihadiri oleh Kasat Lantas, AKP Danu Anindhito Kuncoro Putro, S.I.K, KBO Satlantas, Iptu Anang Purwo, Paurmin Sat Res Narkoba, Ipda Sono, Paurlat Bag Sumda Ipda Cipto, Kapolsek Karanggeneng, AKP Sunaryono dan tentunya keluarga besar Pengasuh PP. Matholi’ul Anwar.

Dalam rangkaian kegiatannya, Polisi Sahabat Santri di PP. Matholi’ul Anwar Simo tersebut juga diisi dengan praktek ujian dalam pembuatan SIM, sosialisasi narkoba serta pembagian doorprize. (huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan