YES Nggak Perlu Mengundurkan Diri, Jika Belum Ditetapkan KPU

Kordiv Penanganan Pelanggaran Bawaslukab Lamongan, Amin Wahyudin. (dok.koko).

kilasmetro.com, LAMONGAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lamongan menegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lamongan, Yuhronur Efendi tidak perlu melakukan pengunduran diri sebelum ditetapkan sebagai pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lamongan.

“Jangan salah paham, pelanggaran kode etik PNS bukanlah pelanggaran pemilihan. Terkait kewajiban mengundurkan diri, sebagaimana dalam Undang-Undang Pilkada Nomor 10 tahun 2016, pegawai negeri sipil akan menyatakan secara tertulis pengunduran dirinya sejak ditetapkan sebagai Pasangan Calon”, tegas Kordiv Penanganan Pelanggaran Bawaslukab Lamongan, Amin Wahyudin, Senin (02/03).

Menurutnya, pernyataan tersebut karena pihaknya telah melakukan klarifikasi, pengumpulan data, dan melakukan kajian terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lamongan, Yuhronur Efendi terkait laporan pengaduan dugaan pelanggaran tentang netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), juga dugaan pelanggaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) lantaran keikutsertaan penjaringan sebagai bakal calon bupati (Bacabup) ke sejumlah partai politik tahun kemarin.

“Terhadap hasil kajian yang diputuskan dalam pleno, jika terdapat pelanggaran peraturan perundang-undangan lainnya, Bawaslu meneruskan lewat rekomendasi kepada instansi terkait. Dalam hal pelanggaran kode etik pegawai negeri sipil. Penerusan rekomendasinya kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) melalui Bawaslu RI”, pungkasnya.

Seperti yang diketahui sebelumnya, Bawaslu telah menerima pengaduan masyarakat atas dugaan pelanggaran kode etik PNS yang dilakukan Sekda Lamongan, Yuhronur Efendi, lantaran sebelumnya telah mendaftarkan diri ke sejumlah parpol untuk niatan mengikuti kompetisi sebagai bakal Calon Bupati Lamongan 2020-2025.

Namun hingga kini, penetapan calon bupati dan wakil bupati secara resmi belum disahkan lantaran Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Lamongan, baru akan secara membuka pendaftaran Cabup dan Cawabup melalui jalur parpol masih dibuka tanggal 16 Juni sampai dengan 18 Juni 2020.

Sebelumnya, Sekda Lamongan Yuhronur Effendi dikenal dengan sebutan YES, mengatakan bahwa dirinya sejak awal memiliki niat dan keinginan mencalonkan diri sebagai Bupati Lamongan, pada saat itu pula sikap optimis harus dimilikinya untuk menjadi pemenang dan merebut hati masyarakat Lamongan.

“Terkait isu yang berkembang yang terlanjur beredar untuk tidak mudah percaya. Dengan mengembalikan berkas formulir penjaringan sebagai Bakal Calon Bupati (Bacabup) di kantor DPC PPP Lamongan, saya buktikan keseriusan menjadi calon Bupati bukan calon Wakil Bupati Lamongan seperti di partai politik yang lain dimana saya mendaftar”, tegas pria yang menjadi PNS selama 33 tahun. (huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan