Kejari Lamongan Tindaklanjuti Laporan, Besok Siang Tinjau Lokasi Pembangunan Di Desa Sumberejo

Ketua Lembaga Persatuan Pemburu Korupsi (LPPK) Lamongan Afif Muhammad.

kilasmetro.com, LAMONGAN – Ketua Lembaga Persatuan Pemburu Korupsi (LPPK) Lamongan Afif Muhammad menegaskan, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan akan meninjau lokasi pembangunan di Desa Sumberejo, Kecamatan Pucuk, Lamongan yang menjadi ajang penyelewengan dana desa tahun 2019.

Dengan tujuan untuk mengklarifikasi, puldata (pengumpulan data) dan pulbaket (pengumpulan bahan keterangan) terkait laporan dugaan penyelewengan dana desa tahun 2019 yang diduga dilakukan Sekretaris Desa (Sekdes) Ahmad Andis cs.  

“Kamis (05/03) besok siang, pihak Kejari Lamongan akan datang ke Desa Sumberejo, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan dalam agendanya klarifikasi, puldata dan pulbaket terkait laporan dugaan penyelewengan dana desa tahun 2019 yang telah merugikan negara hingga ratusan juta”, kata Afif Muhammad kepada awak media kilasmetro.com melalui sambungan satelit, Rabu (04/03).

Afif menjelaskan, bahwa dirinya telah melaporkan adanya dugaan penyelewengan dana desa tahun 2019 di Desa Sumberejo, Kecamatan Pucuk, Lamongan ke Kejaksaan Negeri Lamongan beberapa waktu yang lalu dengan bukti-bukti real kwitansi dan hasil survei hitung ulang pembangunan yang dilakukan Sekdes Ahmad Andis cs.

“Kami menduga penyelewengan dilakukan tiga orang yakni Sekdes Ahmad Andis, mantan Pj Kades Bolhar (red_saat ini dinas di kantor Kecamatan Pucuk) dan Timlak pembangunan Rali Sugiarto”, ujarnya.

Kerugian negara akibat penyelewengan ini, sambung Ketua LPPK Lamongan, kurang lebih sebesar Rp. 786,513 juta. Namun untuk kepastiannya menunggu perhitungan dari Inspektorat Lamongan atau BPKP Jatim.

Selain itu, lanjut Afif, ada pembangunan yang dikontraktualkan ke pihak ketiga oleh Sekdes Ahmad Andis, padahal aturanya harus di swakelola oleh masyarakat setempat untuk tujuan pemberdayaan orang yang menganggur karena menunggu panen.

“Ini modusnya sehingga bangunan memiliki kwalitas rendah dan dibawah standart. Karena melakukan mark up melalui pengurangan volume matrial terhadap sejumlah pembangunan jalan desa, urukan pedel (limestone) dan sarana olahraga di 4 (empat) dusun di Desa Sumberejo”, tandasnya.

Salah satu infrastruktur yang menggunakan dana desa yang diduga diselewengkan Sekdes Ahmad Andis Cs.

Sementara diwaktu yang sama, Kasi Intel Kejari Lamongan, Rustamaji Andica AN, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan tahap klarifikasi terhadap beberapa saksi terkait laporan dugaan penyelewengan dana desa (DD) yang merugikan uang negara hampir Rp. 800 juta yang diduga dilakukan Ahmad Andis selaku Sekertaris Desa (Sekdes) Sumberejo, Kecamatan Pucuk, Lamongan. 

“Saat ini kami masih dalam tahap klarifikasi terhadap saksi terduga Sekdes Ahmad Andis dan beberapa saksi lainnya atas laporan dugaan tersebut”, kata Rustamaji Yudica A.N kepada awak media melalui sambungan satelit.

Tak hanya itu, sambung Rustamaji, pihaknya masih melakukan puldata dan pulbaket atas laporan dugaan penyelewengan Dana Desa yang merugikan negara hampir Rp. 800 juta.

Saat disinggung terkait berapa kepastian besarnya jumlah atau nilai kerugian negara atas dugaan penyelewengan Dana Desa tersebut, Rustamaji menjelaskan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut.

“Masih kita dalami, mas. Besok (05/03) siang kita akan datang ke Desa Sumberejo, Kecamatan Pucuk, Lamongan sebagai bagian dari klarifikasi, puldata dan pulbaket atas laporan yang masuk ke Kejari Lamongan“, pungkasnya. (huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan