Nah, Kodim 0812/Lamongan Tes Urine Anggotanya, Hingga Datangkan Polres Lamongan

Kasdim 0812/ Lamongan Mayor Arh GN Putu Ardana laksanakan sosialisasi dan tes urine anggota militer dan PNS, Rabu (11/03).

kilasmetro.com, LAMONGAN – Upaya mencegah perederan Narkoba, Kodim 0812 Lamongan menggelar sosialisasi dan tes urine kepada anggota Militer dan PNS dalam rangka pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) pada triwulan I tahun 2020, di Aula Aula Kadet Soewoko, Rabu (11/03) pagi.  

Acara yang dihadiri 100 orang, turut hadir Kasdim 0812/ Lamongan Mayor Arh G.N Putu Ardana, S.S, Kasat Narkoba Polres Lamongan Iptu Kusen, Poskes 05.10.08 Lamongan dr. Dani Anggara,  Tim P4GN Lamongan Khoirul Huda, Para Pa Staf dan Danramil jajaran Kodim 0812/Lamongan, Perwakilan anggota Militer dan PNS Kodim 0812/Lamongan dan anggota Poskes 05.10.08/Lamongan.

Menurut Kasdim 0812/ Lamongan Mayor Arh G.N Putu Ardana, S.S, bahwa sosialisasi P4GN dan Tes urine ini dilaksanakan rutin di Makodim 0812/Lamongan setiap triwulan.

“Sosialisasi P4GN dilaksanakan dengan tujuan mengenalkan kepada anggota agar dapat mengerti bentuk atau jenis Narkoba, bahaya Narkoba dan sanksi pengguna narkoba akan dipecat dari kedinasan TNI dan ditekankan kepada para anggota agar menjauhi Narkoba”, kata Mayor Arh G.N Putu Ardana, S.S, dalam sambutannya.

Narkoba adalah musuh yang paling berbahaya, sambung Mayor Putu,  untuk bangsa Indonesia. Sehingga perlu lawan secara bersama-sama karena saat ini Indonesia termasuk Darurat Narkoba dan semoga acara sosialisasi P4GN bagi anggota Kodim 0812/Lamongan agar memberikan banyak manfaat sehingga nantinya tidak terjerumus kedalam penggunaan ataupun pengedar Narkoba.

“Namun peredaran gelap Narkoba di dunia masih sangat tinggi untuk itu saya sangat mengharapkan kepada para peserta untuk serius dan mau mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh narasumber atau pembicara dalam Sosialisasi pada kesempatan kali ini. Karena ini semua demi masa depan keluarga kita”, tegasnya.  

Sementara, Kasat Reskoba Polres Lamongan Iptu Achmad Khusen, menjelaskan bahwa adanya perubahan bentuk, alat deteksi, Undang-Undang mengenai narkoba, bahkan dominasi peredaran narkoba yang ada di Jawa Timur.   

“Untuk saat ini Indonesia sedang dalam kondisi Darurat melawan narkoba, seperti apa yang di sampaikan Pak Kasdim. Dan perlu diketahui dominasi peredaran narkoba di Jawa Timur yakni daerah Madura dan Surabaya”, ujar Iptu Achmad Khusen.

Khusen mengatakan, bahwa saat ini Undang-Undang Psikotropika sudah dihapus diganti dengan Undang-Undang Narkotika No.35 tahun 2009 dengan jenis narkoba Sabu, Ganja, Ekstasi, Heroin, Carnophen,Pil Dobel L,Y, dan tembakau Gorilla. “Dari jenis tersebut, kita juga memiliki alat yang canggih untuk mendeteksi baik para pemakai ataupun para pelaku”, akunya.

Lebih lanjut, Kasat Reskoba Polres Lamongan menyatakan, bahwa narkoba juga dapat menjadi sarana penularan penyakit yang saat ini masih menjadi momok bagi semua warga yakni HIV-AIDS.

Kasdim 0812/ Lamongan Mayor Arh GN Putu Ardana saat melihat hasil urine anggotanya bersama Kasat Reskoba Polres Lamongan Iptu Achmad Khusen, Rabu (11/03)

“Ada tiga sifat pengaruh narkoba terhadap pemakainya yakni stimulan merangsang sistem dalam saraf, depresan menekan sistem saraf pusat, halosinogen mengacaukan sistim saraf pusat. Dari ketiga pengaruh tersebut akan menjadi sarana penularan penyakit HIV-AIDS jika terjadi pergantian atau hubungan dengan pemakai yang terinfeksi penyakit tersebut”, tandasnya.

Secara acak terhadap 25 perwakilan anggota Militer dan PNS Kodim 0812/Lamongan yang dilakukan tes urine usai acara sosialisasi, dinyatakan negatif. (huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan