Waspada DBD, Pemdes Balungtawun Laksanakan Fogging Massal Secara Swadaya

Pelaksanaan fogging massal secara swadaya di Desa Balungtawun, Kecamatan Sukodadi, Lamongan, Rabu (11/03/2020).

kilasmetroo.com, LAMONGAN – Sebagai upaya mengantisipasi serta meningkatkan kewaspadaan dini terhadap kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Pemeritah Desa Balungtawun, Kecamatan Sukodadi, Lamongan melaksanakan fogging massal di 4 (empat) dusun yang terdiri dari Jerkan, Sangeng, Tawun dan Bangunrejo secara swadaya, Rabu (11/03/2020).

Kepala Desa (Kades) Balungtawun, Safwan Hadi mengatakan, fogging swadaya yang dilaksanakan Desa ini merupakan tindakan antisipasi atau pencegahan dari serangan nyamuk Demam Berdarah karena banyaknya genangan-genangan di musim penghujan.

“Fogging massal di empat dusun ini dilaksanakan sebagai antisipasi dalam pencegahan DBD. Karena sebelumnya kami dilapori atau disambati masyarakat”,  ujar Safwan Hadi kepada awak media usai melaksanakan fogging.

Safwan mengatakan, masyarakat tidak keberatan dengan biaya swadaya yang dikenakan. Bahkan terlihat sangat antusias dan mereka menunjukan tempat-tempat yang dicurigai sebagai tempat berkembangnya nyamuk di daerah tempat tinggal mereka.

Kepala Desa Balungtawun Safwan Hadi, saat ditemui awak media usai melaksanakan fogging.

“Dengan biaya Rp.8.000,- (delapan ribu rupiah), kurang lebih delapan ratus rumah dari empat dusun telah kita lakukan penyemprotan (fogging). Pelaksanaan fogging swadaya saat ini pun sudah kita konsultasikan ke Dinas Kesehatan. Namun dinas akan memberikan fogging fokus jika sudah ada penderita dan itu pun jumlahnya sekitaran seratus rumah kanan kiri penderita”, jelasnya.     

Selain fogging, lanjut Kades Balungtawun, upaya antisipasi dan pencegahan DBD akan lebih efektif jika diimbangi dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 4M PLUS yaitu Menguras, Menutup, Mendaur Ulang/ Memanfaatkan kembali, dan Memantau.

“Plus artinya seperti tidak menggantung baju, memelihara ikan pemakan jentik-jentik nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, menyemprot dengan insektisida, memasang obat nyamuk, memeriksa jentik nyamuk secara berkala serta tindakan lain yang sesuai dengan kondisi setempat”, paparnya.

Dengan dilakukan fogging ini, Safwan berharap perkembangan nyamuk demam berdarah bisa diminimalisir dan masyarakat bisa hidup sehat serta terhindar dari penyakit yang ditularkan oleh nyamuk ini. Dia juga sangat berharap peran semua warga dalam pemberantasan DBD. “Saling bergotong royong dan bersama sama melakukan pencegahan. Ingat bahwa sehat dimulai dari diri kita”, tegasnya.

Sementara, Asrori, salah satu warga Desa Balungtawun, mengatakan bahwa dengan adanya fogging massal  di desa yang memiliki empat dusun tersebut merasa sangat terbantu dalam hal pencegahan penyakit DBD.

“Saya merasa sangat terbantu dengan adanya fogging oleh pemerintah desa karena untuk pencegahan penyakit DBD, meskipun bayar delapan ribu ya sangat membantu dan saya tidak merasa keberatan”, pungkasnya saat ditemui di rumahnya. (tris/huda/amrullah).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan