Siapa Yang Kembalikan Kerugian Negara Jika Keluarga Terdakwa Bantah, Gus Irul : Yang Jelas Aneh

Tim kuasa hukum terdakwa Irwan Setyadi saat ditemui di kantornya, Jumat (13/03).

kilasmetro.com, LAMONGAN –  Keluarga terdakwa Irwan Setyadi membantah pernyataan Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan bahwa telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp. 1,2 milyar akibat perkara tindak pidana korupsi penggunaan dana hibah Pilkada KPU Lamongan tahun 2015.

“Kulo mboten nate nyekel arto sak monten. Arto ndugi pundi ? (red_Saya tidak pernah memiliki uang sebesar itu. Uang dari mana ? ) “, ungkap Suaibah, ibu terdakwa Irwan Setyadi saat dikonfirmasi di tempat tinggalnya Desa Tambakrigadung, Kecamatan Tikung, Lamongan terkait pengembalian atas kerugian negara  sebesar Rp. 600 juta dan Rp. 400 juta, Jumat (13/03).

Diwaktu yang sama, istri Irwan Setyadi, Milda juga membantah pernyataan dari pihak Kejaksaan Negeri Lamongan dan menegaskan tidak pernah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp. 400 juta dan Rp. 600 juta terkait perkara tindak pidana korupsi penggunaan dana hibah Pilkada KPU Lamongan tahun 2015 yang menimpah suaminya.

“Dibuat makan aja tidak ada kok sampai mengembalikan uang sebesar Rp. 400 juta dan Rp. 600 juta. Jadi kami dari pihak keluarga tidak pernah mengembalikan uang segitu”, tegas Milda.

Sementara, tim kuasa hukum Irwan Setyadi, Nihrul Bahi Haidar mempertegas, bahwa klien dan keluarganya mengakui tidak pernah melakukan pengembalian kerugian negara sebesar keterangan press release yang disampaikan pihak Kejaksaan Negeri Lamongan kemarin.

“Yang jelas sampai dengan hari ini, terdakwa sendiri mengakui pengembalian kerugian negara hanya potongan gaji penerimaan tiap bulannya total sekira Rp. 198 juta itu ditambah pada tanggal 05 Maret 2020 sebesar Rp. 16 juta. Dan itu saja pengembaliannya yang dilakukan terdakwa”, terang Nihrul Bahi Haidar saat ditemui awak media usai menemui terdakwa di Lapas kelas II B Kabupaten Lamongan.

Gus Irul panggilan Nihrul Bahi Haidar, merasakan keanehan perkara yang ditanganinya. Karena jelas-jelas klien dan keluarganya tidak pernah melakukan pengembalian kerugian negara sebesar Rp. 400 juta dan Rp. 600 juta. Karena nilai tersebut juga bukan dari uang yang dikorupsi oleh klienya.

“Pengakuan terdakwa Irwan Setyadi menggunakan dana hibah Pilkada KPU Lamongan 2015 sebesar Rp. 200 juta.  Makanya ini juga aneh, terdakwa tidak pernah melakukan sedemikian rupa kok tiba-tiba ada uang pengembalian sebesar itu. Yang pasti harus kita sinkronkan dan harus dibongkar siapa pelakunya”, ucapnya.

Kemungkinan ada indikasi, sambung Gus Irul, bahwa orang tersebut yang melakukan korupsi penggunaan dana pilkada KPU Lamongan tahun 2015. Karena orang tersebut mengembalikan uang sebesar Rp. 400 juta dan Rp. 600 juta.

“Bisa jadi orang tersebut. Biarlah di pengadilan saja kita bongkar. Dan rencananya nanti kita konter balik terkait mengapa Irwan Setiyadi ditetapkan tersangka sampai dengan terdakwa, padahal ada pengembalian. Dan pengembalian Irwan itu tidak di masukkan dalam dakwaan yang telah diberikan pihak kejaksaan kepada pengadilan”, tegasnya dan menyampaikan bahwa agenda sidang Rabu (18/03) minggu depan adalah pembacaan eksepsi.

Sebelumnya, Kasi Intel Kejari Lamongan, Rustamaji Yudica A.N menyatakan, bahwa keluarga terdakwa Irwan Setyadi yang mengembalikan kerugian negera sebesar Rp. 400 juta dan Rp. 600 juta.

“Informasi dari Pidsus, keluarganya yang mengembalikan kerugian negara sebesar  Rp. 600 juta pada Rabu (11/03) kemarin saat terdakwa Irwan Setyadi menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya ke Tim Pidsus. Sedangkan Rp. 400 juta dikembalikan dikesempatan sebelumnya. Mengenai detailnya siapa orangnya, saya nggak mengetahui”, ujar Rustamaji Yudica A.N.

Meski adanya pengembalian tersebut, lanjut Rustamaji, proses persidangan tetap berjalan terus. “Hanya nanti terkait dengan pengembalian kerugian negara ini nanti akan mengaruhi pada saat tuntutan sama putusannya. Karena kerugian negara sudah dikembalikan”, terangnya. (koko).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan