Selain Pelatihan Budidaya Ulat Sutra, Pemdes Sumberagung Juga Targetkan Pembuatan Biopori Dan Sumur Resapan

Kepala Desa Sumberagung Sinto, S.P saat ditemui awak media kilasmetro.com.

kilasmetro.com, LAMONGAN – Krisis air bersih dimusim kemarau masih sering terjadi di Kabupaten Lamongan khususnya wilayah selatan. Dan satu diantaranya adalah Desa Sumberagung, Kecamatan Modo, Lamongan.  

Dengan menggandeng Dinas Kehutanan Provinsi Jatim, Cabang Bojonegoro, Korwil Lamongan, Pemerintah Desa Sumberagung melaksanakan sosialisasi pembuatan biopori dan sumur resapan untuk mengatasi adanya krisis air bersih.  

“Sumur resapan akan kita buat sebelah masjid atau musholla di tiap dusun. Jadi nantinya Desa Sumberagung akan memiliki 6 (enam) sumur resapan yang digunakan untuk mengatasi krisis air bersih di musim kemarau”, kata Kepala Desa Sumberagung Sinto, S.P.

Sedangkan untuk mendapatkan kualitas sumber air bersih, Sinto menyampaikan, pihaknya akan membuat biopori-biopori di beberapa titik di desanya. “Baik sumur resapan maupun biopori pembuatannya akan kami targetkan tahun ini bisa terlaksana”, ujarnya.

Tak hanya itu, sambung Sinto, pihaknya juga menyerap anggaran dari dana desa melalui bidang pemberdayaan masyarakat dengan menggelar pelatihan budidaya ulat sutra.

“Pelatihan budidaya ulat sutra ini, kami serap dari anggaran dana desa melalui bidang pemberdayaan agar nantinya bisa memberikan tambahan income (pendapatan) warga setempat, sehingga ekonomi desa bisa meningkat”, tandasnya.

Umi Chomsatur Rochmah, Dinas Kehutanan Cabang Bojonegoro Korwil Lamongan

Sementara, Umi Chomsatur Rochmah selaku perwakilan Dinas Kehutanan Provinsi Jatim Cabang Dinas Bojonegoro, Korwil Lamongan menyampaikan, membuat sumur resapan dan biopori dalam menanggulangi krisis air bersih dimusim kemarau tidak bisa langsung kelihatan hasilnya.

“Pembuatan biopori dan sumur resapan merupakan salah satu cara kita menabung air. Jika dilakukan sekarang pasti akan menuai hasilnya meski tidak bisa langsung kelihatan. Tapi jika pembuatannya dilakukan secara komplek hasilnya pasti akan cepat di rasakan warga setempat”, terang Umi Chomsatur Rochmah.    

Umi Chomsatur Rochmah mengatakan, selain memberikan pelatihan pembuatan sumur resapan dan biopori, dirinya juga memberikan pelatihan tentang budidaya ulat sutra.

“Agar masyarakat bisa mengoptimalkan potensi yang ada di desa. Maka kegiatan tidak bisa kalau kita hanya mengajak mengkonservasi tanah dan mengajak pemberdayaan saja. Harus seimbang, bagaimana cara konservasi tanah yang mengeluarkan dana itu bisa terserap. Tapi juga masyarakat juga mendapatkan penghasilan”, imbuhnya.

Apa yang ada di Desa Sumberagung,  lanjut Umi Chomsatur Rochmah, potensinya bisa bermanfaat yakni melalui pelatihan budidaya ulat sutra. “Dari sambutan ibu-ibu rumah tangga dan pihak Pemerintah Desa Sumberagung, saya yakin hal ini akan segera di aplikasikan di desa ini”, pungkasnya. (pur/huda/amru).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan