Persempit Ruang Gerak Covid-19, Penunggu Pasien di RSUD Dr Soegiri Lamongan Dibatasi 2 Orang

Salah satu pengunjung pasien saat memasuki RSUD Dr Soegiri Lamongan harus di termo scan oleh petugas, Rabu (18/03).

kilasmetro.com| LAMONGAN – Saat ini  Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soegiri Lamongan  membatasi  penunggu pasien. Kebjaikan tersebut adalah sebagai upaya pencegahan  terdagadap penyebaran virus coroana Covid-19.

Kassubag Hukum, Organisasi dan Pemasaran  RSUD dr Soegiri Lamongan, Budi Wignyo, mulai saat ini penunggu pasien dibatasi hanya 2 orang. Hal ini berdasarkan Peraturan Direktur RSUD Dr Soegiri Lamongan Nomor 188/24/Kep 413.204/2020 tentang kesiapsiagaan dan kewaspadaan pencegahan Covid-19.

“Selain menejemen RSUD dr Soegiri Lamongan juga menghimbau kepada seluruh masyarakat, agar tidak membawa anak-anak kecil atau masyarakat yang tak mempunyai kepentingan di RSUD dr Soegiri Lamongan”, kata Budi Wignyo, Rabu (18/3) siang.

Selain itu, lanjutnya, siapapun yang berkepentingan masuk ke RSUD dr Soegiri harus dicek suhu badanya, dan apabila melebihi 38 harus dilakukan pemeriksaan dokter lebih lanjut.

“Kebijakan ini dimaksudkan untuk mengurangi kontak antara pasien dan pengunjung, kalaupun ada pengantar juga dibatasi maksimal 1 orang, “, ujarnya.  

Menurutnya untuk menghindari kerumunan pasien tidak boleh dijenguk, karena sudah ada yang menunggu, sehingga bisa mencegah kontak dengan pengunjung lebih banyak. 

“Upaya pencegahan ini terus dilakukan di RSUD Dr Soegiri,  sebagai langkah antisipasi, semoga di Lamongan tetap aman dari Covid 19”,kata Budi berharap,

Di sisi lain, Pemkab Lamongan telah membenruk tim dalam melakukan pencegahan dan penanganan virus corona.yaitu Gugus Tugas Percepatan Penangganan Covid 19 Pemkab Lamongan,

“Tim ini menyiapkan call center  untuk melayani masyarakat terkait keluhan tentang vius corono. Setiap keluhan akan dilakukan tindaklanjut oleh tim. Dan call center 082330371089 tersebut siap dalam waktu 24 jam” kata Sekertaris Gugus Tugas Percepatan Penangganan Covid 19 Pemkab Lamongan, dr Taufik Hidayat.

Taufik, panggilan dr Taufik Hidayat, sebagai upaya mencegah menyebaran virus yang belakang menggemparkan tersebut, masyarakat Lamongan diharap Lamongan membiasakan diri cuci tangan dengan sabun, selalu membersihkan lantai rumah dengan pemberisih lantai. (amru/huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan